Pertanian dan Peternakan

Tim Riset Unpad Lakukan Penelitian Ubi Jalar

Monday, 24 July 2023 10:04 WIB
Tim Riset Universitas Padjajaran. (Dok.unpad.ac.id)

Radarsuara.com - Guru Besar Universitas Padjadjaran (Unpad) yang diketuai Prof. Dr.Sc.Agr. Agung Karuniawan, konsisten melakukan penelitian ubi jalar untuk bisa di kembangkan dengan penanaman metode hidroponik.

Alasan dilakukanya penelitian adalah, karena selama ini masih ditemukan tantangan dalam proses produksinya. Salah satunya adalah faktor pembibitan, padahal ubi jalar merupakan salah satu komoditas unggulan dari Jawa Barat.
 
Prof. Agung mengatakan, pihaknya  mengembangkan teknologi pembibitan sederhana yang mampu meningkatkan kualitas bibit ubi jalar. 
 
Menurutnya, 50 persen kunci keberhasilan dari usaha pertanian adalah berasal dari bibit. Bibit yang bagus akan menghasikan produksi pertanian yang baik.
 
Seperti diketahui Prof. Agung yang sudah lebih dari 30 tahun meneliti tentang ubi jalar melakukan riset tentang ubi jalar yang dilaksanakan di lahan SPLPP Fakultas Pertanian Unpad di Arjasari, Kabupaten Bandung.
 
Dalam pelaksanaannya, ia merangkul petani ubi di wilayah Arjasari yang merupakan lokasi pemasok komoditas ubi jalar, kapasitas produksi ubi jalar di wilayah tersebut adalah berkisar 10 ton/hektar, sedikit lebih rendah dari wilayah Cilembu, Sumedang, yang mampu memproduksi sekitar 15 ton/hektar. 
 
Dijelaskannya, petani menanam beberapa jenis varietas lokal, termasuk di antaranya varietas cilembu. Sesuai dengan analisis awal, mayoritas petani tidak menghiraukan mengenai kualitas bibit sehingga banyak bibit yang digunakan produksi terus menerus. 
 
“Bibit ubi jalar ini seperti kentang. Kalau sudah G3 itu harus sudah diulang lagi. Di Arjasari ini bisa digunakan puluhan kali sehingga makin ke sini makin turun (kualitasnya),” ujarnya. 
 
Dan menurut dia, bahwa komoditas ubi jalar juga termasuk tanaman yang berisiko gagal tanam jika ditanam dengan cara yang tidak tepat, sehingga butuh teknik pemuliaan dan pembibitan optimal hingga menghasilkan produksi pertanian yang optimal. 
 
Masih kata dia, bahwa teknologi Hidroponik selama ini mungkin hanya dikenal untuk tanaman sayur dan buah menggunakan teknologi hidroponik, lalu tim mencoba menggunakan teknologi hidroponik untuk pembibitan ubi jalar. 
 
"Jadi, teknologi hidroponik sebenarnya sudah banyak diadopsi petani Jepang untuk pembibitan ubi. Di Indonesia sendiri, teknologi ini masih belum populer untuk ubi jalar," ungkapnya.
 
Dia berpendapat, hal itu mungkin karena pengetahuan petani yang masih tradisional dan mereka lebih memilih metode yang murah. "Jadi kalau mau nanam, mereka kumpulkan beragam bibit. Secara genetik yang beragam berisiko gagal,” tandasnya.
 
Untuk menguji iru Tim Riset Unpad mencoba mengembangkan sistem hidroponik semi otomatis untuk proses pembibitan. Dengan modifikasi pemberian air dan nutrisi, tim mampu menghasilkan sepuluh hingga enam belas ribu bibit dalam satu baris. 
 
Dari rumah kaca tersebut, tim menghasilkan bibit berkualitas unggul yang siap dipasarkan. “Ke depan akan dikembangkan sistem hidroponik  smart farming yang sudah full otomatis,” tandasnya.
 
Penulis : Asep Supriyanto
Editor.   : Khaerul Umam.
 

Komentar

You must login to comment...