Hal itu diungkapkan Bupati saat mendampingi Wakil Menteri Pertanian Ir. H. Harvick Hasnul Qolbi menyerahkan Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Kementerian Pertanian untuk kelompok tani di daerahnya.
Dirinya menjelaskan, sektor pertanian menjadi sektor yang strategis meskipun berada ditengah ancaman krisis pangan akibat perubahan iklim global.
Menurutnya, ketersediaan pangan menjadi tolak ukur keberhasilan sektor pertanian menuju bangsa yang mandiri dan berdaulat pangan.
Dijelaskannya, bantuan keuangan khusus itu untuk pembangunan jalan usaha tani, jalan usaha tani ini menjadi akses penting bagi petani untuk memudahkan pengangkutan sarana produksi dan hasil panen serta mobilisasi alat dan mesin pertanian.
"Dengan bantuan ini, petani semakin dimudahkan dalam berusaha tani dan tentunya akan memangkas biaya usaha tani dengan harapan petani dapat lebih bahagia, lebih berdaya dan lebih sejahtera," tuturnya.
Dirinya menegaskan, produksi pangan memberikan kontribusi yang cukup signifikan terhadap ketersediaan pangan, untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Dirinya merinci, pada 2021, produksi beras di Kabupaten Kuningan mencapai 234.368 Ton dan meningkat menjadi 237.991 Ton di 2022.
"Setelah dikurangi angka konsumsi beras perkapita pertahun, kita masih surplus 115.047 Ton di tahun 2021 dan 116.659 Ton di tahun 2022. Artinya Kabupaten Kuningan mampu swasembada," tuturnya
Penulis : Asep Supriyanto
Editor. : Khaerul Umam