Kepala Dinas Perkebunan Kaltim, Ahmad Muzakkir menyebut, masih perlu adanya dorongan agar para petani dan perusahaan perkebunan bisa lebih maksimal dalam bermitra.
Salah satu evaluasi yang harus dilakukan adalah mengenai perizinan usaha perkebunan yang meliputi aspek ekonomi, sosial-budaya dan lingkungan pada setiap wilayah usaha di Kabupaten/Kota se-Provinsi Kalimantan Timur.
"Permasalahan kemitraan yang ditemukan yakni masih kurangnya pemahaman bagi petani, pekebun, masyarakat dan perusahaan perkebunan terhadap peraturan perundang undangan di bidang perkebunan khususnya tentang kemitraan," kata Muzakkir, Jumat 21 Juli 2023.
Menurut, kemitraan ini penting dilakukan karena pasar global semakin kompetitif, sehingga perlu mengoptimalkan pencapaian program pengembangan perkebunan rakyat melalui pola kemitraan bersama perkebunan besar dalam pembangunan perkebunan secara sinergis
Lanjut Muzakkir, evaluasi terhadap pelaksanaan kemitraan juga sudah terjalin antara lembaga pekebun yang tergabung dalam kelompok tani, koperasi dengan perusahaan perkebunan di Kaltim.
Ke depan, pihaknya berharap Pembinaan Kemitraan Perkebunan ini dapat termonitor seluruh pelaksanaan kegiatan kemitraan yang baik sesuai peraturan antara petani, pekebun, masyarakat dengan perusahaan perkebunan.
"Tidak menghambat kelancaran seluruh proses pembangunan kebun yang taat, patuh terhadap peraturan-peraturan yang berlaku yang pada akhirnya terwujudnya kemitraan yang baik antara masyarakat dengan perusahaan perkebunan di Kaltim," tandasnya.
Penulis : Dony PH
Editor : Khaerul Umam