Pertanian dan Peternakan

Petani Semarang Diminta Beralih Gunakan Pupuk Organik

Tuesday, 18 July 2023 14:09 WIB
Bupati Semarang Ngesti Nugraha panen raya padi bersama Gapoktan Mandiri. (Dok.jatengprov.go.id)

Radarsuara.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Semarang meminta para petani beralih menggunakan pupuk organik dalam mengelola lahan pertaniannya. Hal itu bertujuan mengembalikan kesuburan tanah dengan membersihkan tanah dari berbagai zat kimia.

Hal itu diungkapkan Bupati Semarang Ngesti Nugraha saat panen raya padi di Desa Candirejo, Kecamatan Tuntang, yang dikelola gabungan kelompok tani (Gapoktan) Mandiri.

Seperti diketahui, dalam penanaman padi dilahan ribuan meter persegi itu, para petani menanam padi varietas unggul Mapan 05 dengan dua pola. Yakni, pemupukan berimbang dan organik.

Bupati mengaku berkomitmen melaksanakan gerakan pemurnian tanah, dengan menggunakan pupuk kandang maupun organik secara bertahap dan berkelanjutan.

“Program ini juga untuk mengurangi ketergantungan petani terhadap pupuk kimia. Kita dorong
petani untuk membuat pupuk organik bersama para penyuluh,” kata Bupati.

Bupati juga mengaku, akan menggandeng para siswa SMK Pertanian, untuk bekerja sama dengan petani memasyarakatkan pertanian organik.

Ditempat yang sama, Ketua Gapoktan Mandiri Ismail Saleh mengatakan, penggunaan pupuk kandang bersama pupuk kimia dimaksudkan untuk mengembalikan kesuburan tanah. 

"Kami telah coba disini, menanam di lahan seluas 1.500 meter dengan pola organik murni, diperoleh hasil panen 1,7 ton gabah kering panen (GKP)," jelasnya.

Sementara Koordinator Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Tuntang Hety Rusmini menegaskan, para penyuluh siap mendampingi para petani memanfaatkan pupuk organik.

“Hasil panen varietas unggul Mapan 05 dengan pemupukan berimbang terbukti sangat bagus. Dari potensi 12 ton per hektare, kemarin kita ubin bisa mencapai 10,9 ton. Ini lebih menguntungkan bagi petani," tandas dia.

Penulis : Asep Supriyanto
Editor.   : Khaerul Umam

Komentar

You must login to comment...