Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah mengatakan, setiap tahun dialokasikan anggaran sekitar Rp 650 miliar atau atau 10 persen dari APBD Sumbar.
"Ini cukup berdampak, terlihat terjadi peningkatan melalui nilai tukar petani yang terus meningkat. Di awal 2023 nilai tukar petani sampai di angka 111 dan kita berharap ini terus naik," kata Gubernur.
Namun, meski begitu, Provinsi Sumatra Barat butuh tambahan tenaga 1.000 penyuluh pertanian untuk mendampingi petani guna mengoptimalkan produksi hasil pertanian.
Gubernur mengaku, saat ini Pemprov Sumbar memiliki 1.026 penyuluh, namun jumlah tersebut tidak seimbang dengan luas wilayah kerja, sehingga perlu adanya tambahan tenaga penyuluh.
"Jumlah ini tidak memadai, jadi harus ditambah agar pendampingan petani dapat dilakukan secara maksimal," kata Gubernur Mahyeldi.
Dijelaskan Gubernur, 57 persen ekonomi di Sumatera Barat ditopang dari bidang pertanian, sehingga dengan memiliki 1.026 penyuluh tentu sangat tidak memadai.
"Penyuluh pertanian ini memiliki peran vital dalam mendampingi petani dalam menjalankan aktifitas, jika tenaga penyuluh kurang maka akan berdampak terhadap hasil produksi pertanian itu sendiri," tandasnya.
Penulis : Asep Supriyanto
Editor. : Khaerul Umam