Buka Wawasan Bisnis Petani, Kementan Cetak Trainer Unggul
Monday, 10 July 2023 10:42 WIB
Foto : Training of Trainer (ToT) Literasi Keuangan dan Proposal Bisnis bagi Calon Pelatih (Trainer) Keuangan Batch Dua pada empat kabupaten program YESS di wilayah Jawa Timur. Sabtu, 8/7/23.
Radarsuara.com - Jakarta, Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Kementerian Pertanian (Kementan) terus berkomitmen melahirkan trainer (pelatih) yang andal dalam mendampingi petani dalam mengakses permodalan.
Hal ini sejalan dengan semangat Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo, yang mendorong petani untuk bisa lebih masif mengakses permodalan, utama nya Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk mengembangkan usahanya secara mandiri.
Pemerintah menyediakan plafon KUR sebesar Rp 450 triliun atau meningkat 20 persen dari tahun lalu sebesar Rp 373 triliun. "Khusus KUR sektor pertanian ditargetkan bisa mencapai angka Rp 103 triliun di mana salah satu sasarannya adalah petani milenial," kata Menteri Syahrul Syahrul.
Sementara itu, Kepala BPPSDMP, Dedi Nursyamsi, mengatakan, petani harus memiliki kemampuan manajerial yang memadai, terlebih menyangkut keuangan. Sebab, usaha pertanian melibatkan modal yang tidak sedikit.
"Untuk itu, segala sesuatunya harus dilakukan dan tercatat cermat," sebut Dedi.
Lebih lanjut Dedi menambahkan, pertanian modern membutuhkan ‘pencatatan’ keuangan yang tersusun rapi. Tujuannya untuk memudahkan petani dalam melakukan evaluasi. Sebab, usaha pertanian memiliki fluktuasi dari waktu ke waktu.
"Hasil evaluasi tersebut sangat berguna untuk menentukan strategi usaha pada periode tanam di musim berikutnya. Selain itu, pencatatan keuangan yang sistimatis dan rapi akan mempermudah akses permodalan,” tambah Dedi.
Kementan menutup Training of Trainer (ToT) Literasi Keuangan dan Proposal Bisnis bagi Calon Pelatih (Trainer) Keuangan Batch Dua pada empat kabupaten program YESS di wilayah Jawa Timur, yaitu Kabupaten Malang, Pacitan, Pasuruan, Tulungagung, Sabtu (8/7).
Kegiatan pelatihan ToT Literasi Keuangan dan Proposal Bisnis bertujuan meningkatkan kemampuan menjadi pelatih serta pendamping petani milenial, dengan mengimplementasikan cara membuat proposal yang baik agar dapat mengakses permodalan, utamanya KUR.
Sebagai bentuk komitmen tersebut, Kementan bersama International Fund for Agricultural Development (IFAD) mencanangkan program bagi regenerasi petani melalui YESS.
Sasaran program YESS adalah pemuda berusia 17-39 tahun yang berdomisili 4 Provinsi lokasi Program YESS (Jawa Barat, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Sulawesi Selatan) di 15 Kabupaten.
Program YESS bertujuan mencetak petani milenial dan meningkatkan kapasitas maupun kompetensinya serta mengembangkan kemampuan wirausaha bagi generasi milenial.
Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, Idha Widi Arsanti berharap materi yang diterima dapat di terapkan oleh para calon trainer di tempat asal mereka masing-masing.
"Dari materi yang diajarkan, saya harap dapat di terapkan pada petani penerima manfaat di daerahnya masing masing. Ikuti panduan yang sudah diajarkan pemateri dan pastikan bahwa penerima manfaat benar benar mempunyai usaha” papar Santi
"Sebagai pendamping untuk petani, harus mampu membantu dalam hal manajerial usaha dan membantu dalam akses permodalan, utamanya KUR," ucap Santi, yang juga Direktur Program YESS.
Sebagai informasi, Kegiatan ToT berlangsung di Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Batu, Jawa Timur dimulai pada 4 - 8 Juli, 2023.
ToT diikuti sebanyak 85 peserta yang terdiri dari Staf Business Development Service Provider (BDSP) dan Financial Advisor yang berasal dari Kabupaten Malang (32 Orang), Kabupaten Pasuruan (23 Orang), Kabupaten Tulungagung (18 Orang) dan Kabupaten Pacitan (12 Orang).
Komentar
You must login to comment...Be the first comment...
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor
1134/DP-Verifikasi/K/X/2023