Plt Direktur Ketahanan Pangan Otorita IKN (OIKN) Setia P Lenggono mengatakan, pihaknya menetapkan lahan yang sudah ada sebagai lahan pertanian pangan berkelanjutan (LP2B).
"Saat ini lahan pertanian existing di wilayah IKN baru 24.709 ha atau 9,64 persen dari luas wilayah IKN. Ini jadi modal awal strategi ketahanan pangan IKN," jelasnya.
Dia menuturkan, luas lahan pertanian existing tidak terlampau luas, hanya 24.709 ha, sehingga pihaknya punya tanggung jawab untuk memastikan terpenuhinya 10 persen lahan di IKN untuk kawasan pertanian berkelanjutan, totalnya sekitar 25.600 hektare.
"Kami butuh pengembangan sekitar 1.000 hektare lagi untuk memastikan zona pertanian berkelanjutan ini,” paparnya.
Berdasarkan data, total luas IKN adalah 324.332 ha, yakni lahan darat 256.142 ha dan perairan 68.188 ha. Dari lahan darat terdapat Kawasan Pengembangan IKN (KPIKN) seluas 199.962 hektare.
Luasan itu kata dia, merupakan kawasan penyangga lingkungan, pendukung ketahanan pangan, cadangan perluasan kota, dan pendukung pelayanan kota.
Dia juga menegaskan, untuk perluasan lahan pertanian existing jadi 25.600 ha diperlukan pendekatan berbasis data untuk memproyeksikan penggunaan lahan, produktivitas pangan, serta konsumsi pangan hingga 2045.
Penulis : Asep Supriyanto
Editor. : Khaerul Umam