Untuk memaksimalkan hasil di Food Estate tersebut, pemerintah melalui Kementerian Pertanian (Kementan) akan memacu penerapan kemajuan teknologi dan mengadopsi konsep smart farming.
Dalam konteks ini, petani dapat memanfaatkan alat dan mesin pertanian yang dapat dibeli melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk memperkuat aktivitas pertanian mereka dan mencapai hasil yang lebih baik.
"Smart farming menggabungkan teknologi digital dan pertanian tradisional untuk menciptakan sistem pertanian yang efisien, produktif, dan berkelanjutan," terang Direktur Pembiayaan Pertanian, Indah Megahwati, Rabu 12 Juli 2023.
Indah menjelaskan, salah satu elemen penting dari smart farming adalah penggunaan agritech yang mencakup berbagai teknologi dan inovasi seperti sensor tanah, drone pertanian, Internet of Things (IoT), dan analisis data.
“Visi smart farming adalah membuat sistem pertanian yang cerdas dan inovatif yang mengintegrasikan teknologi canggih untuk mencapai pertanian yang berkelanjutan, menghasilkan makanan yang berkualitas, meningkatkan kesejahteraan petani, dan menjaga lingkungan,” jelas Indah.
Melalui penggunaan agritech, menurutnya, para petani dapat memantau kondisi pertanian secara akurat, mengelola sumber daya secara efisien, serta mengoptimalkan proses budidaya dan pemeliharaan tanaman.
Dalam konteks meningkatkan produksi pangan nasional ini, Indah mengimbau agar petani di Indonesia dapat memanfaatkan KUR untuk membeli alat dan mesin pertanian yang didukung oleh Agritech.
“Dengan KUR, petani dapat mengakses alat dan mesin pertanian modern yang diperlukan untuk menerapkan smart farming,” tegas Indah.
Indah menekankan dalam mengimplementasikan smart farming dan membeli alat dan mesin pertanian yang didukung oleh agritech, KUR memainkan peran penting dalam mendukung petani.
“Kementerian Pertanian telah memperkuat program KUR dan kami ingin meningkatkan kesadaran petani tentang manfaatnya untuk memaksimalkan potensi teknologi pertanian modern,” tandas Indah.
Penulis : Dony PH
Editor : Khaerul Umam