Hal itu diungkapkan Bupati saat menghadiri acara sekolah lapang tematik pertanian organik di Desa Cijulang, Kecamatan Cihaurbeuti, Ciamis belum lama ini.
Menurutnya, kegiatan tersebut sebagai salah satu metode pemberdayaan yang dirancang melalui pertemuan antara petani, peneliti, dan penyuluh, sehingga tertuang ide-ide cemerlang untuk pengembangan pertanian guna mampu mewujudkan kedaulatan pangan.
"Jadi, melalui kegiatan ini bisa saling tukar informasi tentang teknologi pertanian yang diterapkan. Dengan harapan ada umpan balik dari petani, salah satunya mendorong kaum muda menjadi petani sebagai regenerasi," ungkap Bupati.
Dijelaskan Bupati, selama ini mereka yang sudah lulus sekolah formal banyak berangkat ke kota besar untuk bekerja di pabrik maupun perusahaan-perusahaan.
Padahal kata dia, sektor pertanian tidak kalah menjanjikan. Terlebih saat ini sektor pertanian terus berkembang, ditopang dengan teknologi pertanian, sehingga pertanian moderen yang memiliki peluang lebih besar dibanding kerja di pabrik.
"Kita mempunyai peluang luar biasa di bidang pertanian, asal kita tekun," tutur Bupati Herdiat.
Dia menjelaskan, lapangan pekerjaan di sektor pertanian cukup besar apabila mampu di kelola dengan baik, apalagi daerah Ciamis memiliki lingkungan yang subur.
Masih kata dia, salah satu upaya pemerintah mencetak petani muda dengan memasukkan program pertanian ke dalam pembelajaran ekstrakurikuler di sekolah seperti melakukan kegiatan mengolah sawah.
"Jadi anak-anak SD sudah diberi pembelajaran bagaimana menanam padi dari sejak dini. Semoga kedepan generasi muda bisa mencintai pertanian untuk menjaga ketahanan pangan," tandas dia.
Penulis : Asep Supriyanto
Editor. : Khaerul Umam