Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kulon Progo, Ir. Trenggono Trimulyo mengatakan, berbagi cara dilakukan untuk mencegah masuknya wabah antraks, sebab wilayahnya memiliki potensi risiko mengingat adanya aktivitas peternakan yang cukup luas.
"Kami lakukan langkah-langkah proaktif untuk mengurangi risiko penyebaran penyakit ini," ungkap Trenggono.
Diakui dia, pihaknya melakukan peningkatan dalam pengawasan peternakan dan peternak, untuk memantau jika terjadi tanda-tanda awal infeksi antraks.
"Jadi, setiap laporan kasus yang mencurigakan segera ditangani dan dilakukan tindakan medis," jelas dia.
Pihaknya melaksanakan program vaksinasi secara massal untuk hewan ternak. Vaksinasi antraks menjadi prioritas utama dalam upaya pencegahan terjadinya penularan penyakit tersebut.
"Jadi, para peternak kami dorong untuk secara aktif berpartisipasi dalam program vaksinasi yang telah disediakan oleh pemerintah daerah. Vaksinasi dilaksanakan di titik kasus antraks tahun 2017 dan sejumlah wilayah lainnya," turut dia.
Kepada para peternak, pihaknya juga terus melakukan sosialisasi dan edukasi tentang bahaya antraks dan langkah-langkah pencegahannya.
"Kami kampanye penyuluhan yang intensif, masyarakat diberikan pemahaman tentang gejala antraks pada hewan dan manusia, serta tindakan yang harus diambil jika ada tanda-tanda hewan yang terinfeksi," tambahnya.
Dia juga meminta kerja sama dari masyarakat untuk segera melaporkan kalau ada kejadian atau gejala yang mencurigakan pada hewan ternaknya, supaya bisa cepat tanggap dilakukan penanganan.
"Kesehatan hewan ternak dan keselamatan masyarakat merupakan prioritas utama, dan pihak berwenang akan terus memantau situasi ini dengan cermat," tandasnya.
Penulis : Asep Supriyanto
Editor. : Khaerul Umam