Pertanian dan Peternakan

Potensi Kelapa Terus Dimaksimalkan

Monday, 10 July 2023 09:07 WIB
Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian mendorong potensi kelapa di pasar yang kini semakin berkembang. Salah satunya di Provinsi Maluku Utara. (Dok.Ditjenbun)

Radarsuara.com - Potensi kelapa sangat menggiurkan. Oleh sebab itu, Direktorat Jenderal Perkebunan (Ditjenbun) Kementerian Pertanian (Kementan) mendorong potensi kelapa di pasar yang kini semakin berkembang. Salah satunya di Provinsi Maluku Utara.

Melalui Balai Besar Perbenihan dan Proteksi Tanaman Perkebunan (BBPPTP) Ambon, potensi kelapa yang tidak hanya ada pada buahnya, namun juga daun hingga batangnya itu, tengah dijaga dengan baik dari serangan hama yang bisa mengurangi kualitas dan produksi kelapa.
 
Kepala BBPPTP Ambon, Anwar M Nur mengatakan, upaya mengurangi serangan hama itu dilakukan bersama dengan Dinas Pertanian Provinsi Maluku Utara dan juga melalui kegiatan Koordinasi dan Sinergitas Laboratorium Utama Pengendalian Hayati (LUPH) Ternate.
 
Menurutnya, pengendalian secara hayati dilakukan karena banyak keunggulan seperti ramah lingkungan, tidak menimbulkan resistensi, tahan lama dan berkelanjutan serta dapat digunakan untuk pengunaan terpadu (sebagai bagian dari IPM).
 
“Laboratorium Utama Pengendalian Hayati (LUPH) Ternate ini sebagai satu unit kerja dari BBPPTP Ambon berkolaborasi dengan Dinas Pertanian Provinsi Maluku Utara dalam upaya pengendalian hama Belalang yang ada di Provinsi Maluku Utara dengan metode pengendalian menggunakan Agens Pengendali Hrayati (APH),” ujarnya, Senin 10 Juli 2023.
 
Anwar menjelaskan, APH merupakan organisme hidup yang dapat digunakan untuk mengendalikan hama atau patogen. Beberapa agens pengendali hayati yang umum digunakan dalam pengendalian hama dan penyakit tanaman yaitu Serangga Predator, Parasitoid Insekta, Jamur Entomopatogen, Bakteri dan Mikroba Pengendali. 
 
Adapun APH yang diinisiasi untuk diperbanyak berasal dari golongan Jamur Entomopatogen yaitu Metarhizium Anisopliae dan Parasitoid Leefmansia Bicolor.
 
“Pengendalian serangan hama dan penyakit pada tanaman perkebunan dapat dilakukan dengan berbagai strategi, seperti penggunaan agens pengendali hayati cbc (didasarkan pada kondisi serangan maupun ambang ekonomi), penggunaan pestisida (tepat secara dosis, guna, maupun waktu), rotasi tanaman, sanitasi, dan metode pengendalian terpadu (integrated pest management/IPM),” jelasnya.
 
Untuk itu, Dinas Pertanian Provinsi Maluku Utara mengajukan permintaan kepada Laboratorium Utama Pengendalian Hayati (LUPH) Ternate untuk memperbanyak Agens Pengendali Hayati (APH) Metarhizium Anisopliae sebanyak 150 kilogram dengan menggunakan media utama yakni beras, sedangkan untuk perbanyakan parasitoid Leefmansia Bicolor sebanyak 150 koker.
 
Kata Anwar, Metarhizium Anisopliae dan parasitoid Leefmansia Bicolor ini akan dipergunakan untuk pengendalian tanaman perkebunan komoditas kelapa yang terserang Sexava Sp dibeberapa Kabupaten di Provinsi Maluku Utara yaitu Kabupaten Halmahera Barat, Sanana, dan Tidore dengan indeks serangan sedang dan total luas serangan sebesar 150 ha.
 
Ke depan, pihaknya berharap, koordinasi, kerja sama, sinergitas dan kolaborasi antara LUPH Ternate sebagai unit kerja dari BBPPTP Ambon dengan Dinas Pertanian Provinsi Maluku Utara ataupun dengan instansi lainnya, terus berjalan dengan baik.
 
"Untuk bersama-sama terus mendukung progam dari Kementerian Pertanian, mewujudkan Pertanian Indonesia yang Maju, Mandiri dan Modern. Selain itu, kegiatan ini juga berkaitan erat dengan core value ASN Ber-AKHLAK yang bersama-sama sedang terus kita jalankan,” tandas Anwar.
 
Penulis : Dony PH
Editor    : Khaerul Umam
 

Komentar

You must login to comment...