Bersama Yayasan Porlak Parna, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Samosir, Tumiur Gultom mengatakan, penerapan teknologi IPAT-BO tersebut merupakan salah satu bentuk kepedulian pihaknya dan yayasan untuk membangun Kabupaten Samosir bersama dengan para petani.
"Teknologi ini akan ditindaklanjuti dengan pembuatan demplot padi sawah IPAT BO di Kecamatan Sianjur Mulamula, Kec. Sitiotio, Kecamatan Palipi dan Kecamatan Harian. Direncakanan dengan luasan 1 hektare per kecamatan," ujar Tumiur Gultom, Jumat 7 Juli 2023.
Pengoptimalan penggunaan teknologi IPAT-BO tersebut diketahui telah dibahas dalam Forum Group Discussion belum lama ini. Prof Tualar Simarmata selaku pihak yang mengembangkan teknologi tersebut mengungkapkan, selama lebih dari 10 tahun teknologi tersebut dirancang sebagai teknologi hemat air, hemat pupuk anorganik, serta hemat benih.
"Teknologi ini menitikberatkan pada manajemen kekuatan biologis tanah, tata air, manajemen tanaman dan pemupukan berbasis organik secara terpadu," jelasnya.
Tualar menjelaskan, dengan dasar organik, teknologi IPAT-BO menggunakan berbagai produk pupuk hayati sebagai sumber nutrisi mikroba tanah yang mampu meningkatkan kualitas lahan dalam waktu singkat yang dimana prosesnya berbeda jika menggunakan pupuk anorganik yang memicu percepatan degradasi tanah.
Lebih lanjut Tualar mengatakan, dalam mengejar capaian produk beras unggulan, segala aspek terkait proses juga harus unggul.
"Setidaknya, selain teknologi yang unggul, kualitas bibit, pendampingan, kemitraan, tingkat kesejahteraan petani, serta proses pengolahan yang juga harus unggul," jelasnya.
Penulis : Dony PH
Editor : Khaerul Umam