Bupati menyatakan, pola pertanian yang dikembangkan masyarakat juga semakin maju sehingga Kebumen selalu mengalami surplus beras.
Untuk terus meningkatkan kualitas hasil panen, kata dia, petani sudah dibekali dengan alat pertanian modern, antara lain berupa Combain Harvester yang dibeli menggunakan Dana Desa.
"Kita harapkan padi yang baru dipanen bisa dibawa ke RMU Kutowinangun untuk dikeringkan sekaligus digiling karena di sana alatnya sudah modern, gabah yang baru dipanen pun bisa langsung dikeringkan, tidak harus dijemur," ujar Bupati usai melakukan panen raya percontohan pertanian cerdas iklim (strategic irrigation moderenization and urgent rehabilitation project) di Desa Kamulyan, Kuwarasan.
Menurutnya, RMU atau sentra pengolahan padi modern di Kutowinangun dinilai lebih efisien dan lebih murah. Selain itu, imbuhnya, pemerintah daerah bakal mengandeng BUMD Aneka Usaha untuk mengelola padi dari petani.
"Dengan adanya corporate farming yang bekerjasama dengan BUMD Aneka Usaha Kebumen Jaya, gabah kering yang di MT 1 dijual dengan harga Rp 4.700 – 4.800 per Kg. Atau di MT 2 ini minimal akan meningkat menjadi Rp 5.300 per kilogram," ungkapnya.
Dengan meningkatnya hasil panen serta kualitas pertanian dia berharap akan berdampak terhadap perekonomian di Kebumen serta kesejahteraan para petani.
Penulis : Asep Supriyanto
Editor. : Khaerul Umam