Kabid SDA Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kepulauan Meranti Sugeng Widodo mengatakan, pihaknya telah merampungkan pembangunan empat titik irigasi untuk mengairi lahan pertanian di wilayah Pulau Rangsang.
Dia mengaku, selama ini para petani di wilayah tersebut selalu mengeluh tentang sulitnya sumber air, sehingga hasil panen selalu tidak maksimal.
Bahkan kata dia, puluhan hingga ratusan hektare sawah kelompok tani di pulau yang berbatasan dengan Selat Malaka itu selalu gagal tanam hingga panen, karena banjir rob dan hujan.
"Sekarang, empat titik irigasi rampung kita bangun.Seluruhnya berdekatan dengan lahan pertanian yang sempat dikeluhkan petani, semoga dengan rampungnya pembangunan hasil panen penati meningkat," ungkapnya.
Dia merinci, pembangunan irigasi itu dilaksanakan di Desa Teluk Buntal dengan volume panjang 2,1 kilometer dan Desa Kedabu Rapat sepanjang 3,5 kilometer.
"Jadi irigasi ini menjadi prioritas utama, tujuannya untuk memperlancar pasokan air ke lahan-lahan pertanian," tuturnya.
Selain itu, pembangunan juga dilakukan di Desa Wonosari yakni pembangunan drainase sepanjang 94 meter dan drainase dan kanal Desa Sungai Tohor 400 meter.
"Kalau drainase ini tujuannya untu memperlancar kebutuhan SPAM atau persediaan air bersih warga dan untuk mencegah bencana banjir dan genangan rob yang biasa terjadi," ungkap dia.
Dijelaskannya, pembangunan empat titik saluran air itu menghabiskan dana sebesar Rp730 juta yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kepulauan Meranti.
Penulis : Asep Supriyanto
Editor. : Khaerul Umam