Isran mengatakan Gerakan Tanam Padi 1.000 Hektare merupakan upaya menindaklanjuti kebijakan nasional dalam mengakselerasi sektor pertanian.
Dijelaskan Gubernur, kegiatan tersebut juga bertujuan untuk mengantisipasi kemungkinan dampak badai El Nino yang diperkirakan melanda pada Agustus mendatang.
Peia yang juga Ketua Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia itu menjelaskan, bawa badai El Nino akan berdampak terhadap kekeringan lahan pertanian akibatcurah hujan yang menurun.
"Hal ini bisa antisipasinya, salah satunya dengan melakukan efisiensi dalam penggunaan air. Alhamdulillah di Kaltim berdasarkan laporan curah hujan masih cukup tinggi,” ungkap dia.
Sementara Plh Kepala Dinas Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Kaltim Hj Rini Susilawati mengatakan Gerakan Kejar Tanam 1000 Hektare merupakan komitmen dalam Pekan Kelompok Tani dan Nelayan di Padang awal Juni lalu.
"Jadi, untuk antisipasi badai El Nino, kita antisipasi dengan menjaga sumber-sumber air dan menggunakan varietas padi tahan kekeringan,” jelas Rini.
Dia mengaku, untuk beberapa daerah sentra pengembanganterus berupaya meningkatkan kapasitas produksi pertanian dengan melibatkan multistakeholder.
Berdasarkan data BPS Kaltim 2022, kontribusi padi gabah kering giling kabupaten/kota, tercatat Kukar memiliki kontribusi terbesar mencapai 40 persen. Disusul Paser sebesar 20 persen dan Penajam Paser Utara sebesar 19 persen.
Penulis : Asep Supriyanto
Editor : Khaerul Umam