Pertanian dan Peternakan

Berharap Besar Pada Bendungan Mbay di Nagekeo

Monday, 03 July 2023 16:11 WIB
Kementerian Pekerjaaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), turut mendukung mendukung program ketahanan pangan dan ketersediaan air di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Salah satunya dengan membangun Bendungan Mbay di Kabupaten Nagekeo. (Dok.pu.go.id)

Radarsuara.com - Kementerian Pekerjaaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) turut mendukung program ketahanan pangan dan ketersediaan air di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Salah satunya dengan membangun Bendungan Mbay di Kabupaten Nagekeo. 

Bendungan tersebut diyakini mampu menambah jumlah tampungan air di wilayah tersebut. Kini proyek tersebut terus dikebut karena ditargetkan selesai di akhir 2024.
 
Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono mengatakan, ketersediaan air menjadi kunci pembangunan di NTT yang memiliki curah hujan lebih rendah dibanding daerah lain.
 
“Pembangunan bendungan juga harus diikuti oleh pembangunan jaringan irigasinya," kata Basuki, Senin 3 Juli 2023.
 
Basuki menjelaskan, Bendungan Mbay dibangun oleh Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara II Kupang terletak di Desa Rendubutowe, Kecamatan Aesesa Selatan yang berjarak sekitar 30 km dari pusat kota Kabupaten Nagekeo dengan
luas genangan 499,55 hektare yang bersumber dari Sungai Aesesa. 
 
Pembangunan Bendungan Mbay kata dia, sesuai kontrak telah dimulai sejak 2021 melalui 2 paket pekerjaan dengan nilai kontrak Rp1,47 triliun.
 
Paket I dikerjakan oleh kontraktor PT Waskita Karya (Persero) Tbk - Bumi Indah (KSO) dengan progres kontruksi 16,28%, sedangkan Paket II oleh PT Brantas Abipraya dengan progres 15,73%. Selaku Manajemen Konstruksi dikerjakan oleh PT Indra Karya - Rancang Semesta - Sabana (KSO).
 
"Dengan kapasitas tampung sebesar 51,74 juta m3, Bendungan Mbay diproyeksikan untuk pengembangan dan peningkatan Daerah Irigasi (DI) Mbay Kanan dan Kiri seluas 5.898 hektare," jelas Basuki.
 
Selain itu, bendungan ini juga memiliki manfaat lain untuk mendukung kebutuhan air baku di Nagekeo sebesar 205 liter/detik dan mengurangi debit banjir Sungai Aesesa sebesar 283,33 m3/detik.
 
Penulis : Dony PH
Editor.   : Khaerul Umam

Komentar

You must login to comment...