Ketua Komisi B DPRD Provinsi Jateng Sarno mengaku tertarik dengan pertanian tersebut, sehingga akan coba diterapkan di Jateng, untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani.
"Pola pertanian yang dipakai PPHPM sangat positif, karena memperhatikan kesejahteraan petani dan anggotanya," kata dia.
Dia mengaku, tidak mudah untuk meningkatkan kesejahteraan petani, karena selalu menghadapi persoalan hasil panen jatuh atau pupuk sulit dan mahal.
“Jadi, pola pertanian disini akan kami sampaikan pada kelompok tani di Jateng supaya gapoktan itu betul-betul ada suatu ikatan dengan kelompoknya.
Sebab di Jateng itu kegiatannya masih kurang berjalan baik," ungkapnya.
Sementara Ketua Koperasi PPHPM Adi mengaku pihaknya mempunyai unit usaha pemasaran cabe dan aneka sayuran. Dan pasar lelang cabai menampung semua jenis cabe di Sleman, baik cabe rawit, cabe kriting maupun cabe besar.
"Jadi, dari beberapa cabe tersebut, ada berbagai varietas misalkan cabe rawit ada varietas ori, varietas RM, dan varietas cempluk,” jelas Adi.
Diakui dia, saat ini ada 13 agen atau titik kumpul cabe di beberapa kecamatan untuk mensuplai cabe ke koperasi. Selain itu, pihaknya juga menerima langsung dari petani sekitar.
"Cabainya kami pilah sesuai varietas, kemudian disortir grade A dan B, termasuk jika ada BS yang tidak masuk.
Pelelang atau pedagang bisa mengikuti dan arga paling tinggi yang akan muncul menjadi pemenang lelang,” tuturnya.
Menurut dia, bahwa proses lelang dilakukan secara tertutup karena kerahasiaan proses lelang dijamin, admin dan pedagang tidak mengetahui nominal yang masuk, setelah jam 8 malam, baru diketahui harganya.
Penulis : Asep Supriyanto
Editor. : Khaerul Umam