Inovator Green Fashion Sawit, Siti Nikmatin mengatakan, Inovasi Green Fashion Sawit merupakan excellent innovation yaitu memberikan manfaat untuk perubahan.
Dia mengklaim, inovasi tersebut memberikan solusi impor kapas, meningkatkan daya saing, peningkatan nilai tambah produk sawit dan turunannya dengan nilai komersial.
Terlebih, kata dia, future fashion kini tidak hanya berbahan serat alam kapas dan serat polimer sintetis, tetapi berbasis biomass sawit yang menghasilkan benang dan kain untuk aplikasi produk industri kreatif fashion.
“Iklim industri fashion lokal dan impor sangatlah dinamis, bersaing dan kompetitif. Persaingan bukan hanya sekadar harga, melainkan juga bahan baku organik atau sintetis yang linier dengan kenyamanan pada saat pakai,” kata Siti, Sabtu 1 Juli 2023.
Lebih lanjut Siti menuturkan, industri kreatif fashion mempunyai peran penting di dalam perekonomian nasional. Dunia fashion di Indonesia terus berkembang seiring dengan kuatnya arus teknologi informasi dan e-commerce.
Dengan inovasi itu, IPB bersama BPDPKS bisa dengan maksimal memanfaatkan kelapa sawit sebagai salah satu komoditas yang memiliki peran penting dan strategis.
Melalui penelitian yang didanai BPDPKS tahun 2021-2022, biomass sawit ini diubah menjadi biomaterial fashion bernilai ekonomi tinggi yaitu stapel rayon viskosa, benang pilin, kain dan produk industri kreatif. Hal ini merupakan suatu kebaruan atau novelty terkait bahan baku biomass organik non kapas pada fashion.
Oleh karena itu, Siti mengungkapkan, green fashion sawit memiliki peluang yang besar untuk dikembangkan.
"Kami siap bekerja sama dengan industri guna menjadikan inovasi riset dari perguruan tinggi menjadi lebih besar sehingga memiliki manfaat yang lebih luas," jelas Siti.
Penulis : Dony PH
Editor. : Khaerul Umam