Melalui Direktorat Perlindungan Tanaman Pangan dan Balai Besar Peramalan OPT (BBPOPT), Ditjen Tanaman Pangan, Kementan menerjunkan dua tim sekaligus. Masing-masing dari wilayah kerja Madiun dan Bojonegoro.
Untuk Madiun, tim melakukan monitoring Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) di Kabupaten Madiun, Magetan, Ngawi. Sementara untuk Bojonegoro, tim memantau OPT di Kabupaten Bojonegoro, Tuban, dan Lamongan.
Direktur Jenderal Tanaman Pangan, Suwandi menghimbau seluruh jajaran di tingkat pusat maupun daerah untuk meningkatkan kewaspadaan OPT dalam mengamankan pertanaman pangan.
“Lakukan pengamatan rutin secara intensif sebagai bentuk deteksi dini. Pastikan juga sarana pengendalian OPT siap di masing-masing wilayah," kata Suwandi, Sabtu 1 Juli 2023.
Plt Direktur Perlindungan Tanaman Pangan, Bambang Pamuji menuturkan, bahwa terkait peningkatan populasi WBC di lapangan, petugas dan petani telah diminta untuk melakukan pengamatan lebih intensif.
"Kami juga telah meminta kepada BPTPH (Balai Proteksi Tanaman Pangan dan Hortikultura) Jawa Timur untuk melakukan pemetaan wilayah-wilayah endemis OPT, sehingga dapat menjadi prioritas pengendalian," ungkap Bambang.
Sementara, Koordinator POPT Lamongan, Mastur melaporkan bahwa serang WBC tersebut terjadi dalam dua minggu pertama pada bulan Juni.
“Kami terus berupaya semaksimal mungkin menekan tingkat serangan WBC melalui kegiatan gerdal (gerakan pengendalian) yang hingga saat ini telah kami lakukan di 36 titik,” ungkap Mastur.
Penulis : Dony PH
Editor. : Khaerul Umam