Pertanian dan Peternakan

Kementan Miliki Master Plan Pemberantasan Rabies

Friday, 30 June 2023 17:08 WIB
Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementan, memiliki sejumlah strategi untuk rabies pada hewan. Mulai dari vaksinasi hingga pelaksanaan tata laksana kasus gigitan terpadu. (Dok.Ditjenpkh)

Radarsuara.com - Vaksinasi massal yang dilakukan di Kabupaten Badung, Bali menjadi salah satu upaya pemberantasan rabies.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH), Nasrullah menjelaskan, skema vaksinasi rabies pada hewan yang dilakukan oleh Kementan dituangkan dalam Masterplan Pemberantasan Rabies di Indonesia yaitu dengan melakukan vaksinasi pada hewan penular rabies terutama anjing.
 
“Vaksinasi rabies dilakukan dengan target minimal 70 persen dari seluruh populasi anjing di seluruh wilayah tertular rabies,” kata Nasrullah, Jumat 30 Juni 2023.
 
Menurutnya, vaksinasi ini dapat dilakukan secara bertahap sesuai ketersediaan sumberdaya, dimulai dengan vaksinasi darurat dan vaksinasi massal pada wilayah/desa yang terdapat kasus rabies pada hewan dan manusia, dilanjutkan dengan wilayah/desa sekitarnya.
 
Dia menyebutkan, pada 2023, alokasi vaksin rabies sebanyak 198.700 dosis atau senilai Rp 6,92 Milyar secara nasional, dengan alokasi vaksin rabies untuk Bali mencapai 15,1 persen stok nasional atau sebanyak 30.000 dosis.
 
"Alokasi vaksin nasional ini untuk melengkapi jumlah vaksin yang akan disiapkan Pemda Bali sebanyak kurang lebih 400 ribu dosis yang akan siap secara bertahap," ungkap Nasrullah.
 
Nasrullah mengatakan, Kementan juga telah mendapatkan tambahan vaksin untuk Bali sebanyak 200 ribu dosis yang berasal dari mekanisme Bank Vaksin Rabies Organisasi Kesehatan Hewan Dunia atau World Organisation for Animal Health (WOAH).
 
"Vaksin tersebut merupakan bagian dari total 400 ribu dosis yang akan dikirimkan WOAH pada tahun 2023 ini, dimana 200 ribu dosis lainnya akan dialokasikan ke Provinsi Nusa Tenggara Timur,” jelasnya.
 
Kata Nasrullah, bantuan vaksin ini sebagai komitmen lanjutan dari Kementan, pada tahun 2022 yang lalu, vaksin rabies sebanyak 200 ribu dosis dari Bank Vaksin Rabies WOAH juga telah diterima Provinsi Bali dan selesai digunakan untuk kabupatan/kota di Bali.
 
Tambahan vaksin juga untuk mengejar cakupan vaksinasi di Bali dalam waktu cepat, sambil menunggu ketersediaan vaksin pengadaan Pemda Bali, tutur Nasrullah.
 
“Kita juga coba dorong kemungkinan pengunaan dana BTT (biaya tidak terduga) dan Dana Desa dalam kegiatan penanggulangan kasus rabies,” katanya.
 
Penulis : Dony PH
Editor.   : Khaerul Umam
 
 

Komentar

You must login to comment...