Menurut Bupati Jember Jawa Timur, Hendy Siswanto, lahan pertaniannya dominan berada di daerah rawan bencana, seperti banjir dan longsor.
Diakuinya, Kabupaten Jember berada di kaki lereng Gunung Argopuro yang hingga saat ini belum ada treatment penangkapan air hujan, sehingga air hujan bebas ke arah 3 kecamatan lalu mengalir ke sejumlah sungai besar dan kecil.
"Perbaikan 190 bendungan ini sangat penting, karena mengairi ribuan hektare sawah. Dan butuh dana sebesar 265 miliar," ungkapnya.
Tetapi dana sebesar itu tidak bisa dicover sepenuhnya dari APBD Pemkab Jember. Untuk itu pihaknya mengajukan bantuan ke Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
“Kami sudah bersurat melalui Kementerian PUPR dan Ibu Gubernur, semoga dapat menyelesaikan masalah tersebut dalam waktu cepat," ujarnya.
Langkah selanjutnya adalah membuat retaining wall, yang terbuat dari tumpukan batu, sehingga jika 190 bendungan yang rusak tidak dapat diperbaiki dalam waktu cepat.
Dia menerangkan, Retaining wall berfungsi untuk mengarahkan air agar masuk ke pintu-pintu air yang mengaliri sawah-sawah petani. "Retaining wall dibuat oleh DPU BMSDA atau Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air," jelasnya.
Selain itu, pihaknya, akan mengerahkan penjaga pintu air dari DPU BMSDA agar menjaga air bersama kelompok tani atau Gapoktan atau gabungan kelompok tani.
"Kami juga minta jajaran BPBD, Tagana, relawan dan masyarakat umum untuk menanam pohon yang berakar dalam dan kuat di sepanjang aliran air untuk mengurangi resiko bencana," tandasnya.
Penulis : Asep Supriyanto
Editor. : Khaerul Umam