PLT Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (TPHP) Provinsi Bengkulu Rosmala Dewi mengaku, pihaknya mendukung pertanian yang maju, mandiri dan modern
Dewi mengaku, tahun anggaran 2023, pihaknya alokasikan dana APBD Provinsi Bengkulu sebesar Rp 5,5 miliar untuk sektor pertanian. "Jadi, Rp 5,1 miliar untuk pengadaan alat dan mesin pertanian (alsintan) dan Rp 385 juta untuk pupuk non subsidi," kata Dewi.
Dia menuturkan, belanja alsintan sebanyak 1.889 unit, pengadaan mesin itu untuk mendukung produktivitas pertanian para petani, supaya bisa menghemat waktu dan biaya.
Untuk bantuan alsintan antara lain Hand Sprayer Elektronik 870 unit, Power Threser 10 unit, Cultivator 38 unit, Pompa air 3 inci 8 unit, Handtraktor 8,3 pk sebanyak 33 unit, Motor roda tiga 8 unit, Mesin pemotong rumput 122 unit, Terpal plastik 300 unit, Dodos 250 unit, Egrek 250 unit dan pupuk organik cair 2,700 liter.
Dia mengaku, bantuan alsintan itu akan diberikan kepada para petani di sejumlah kota dan kabupaten, dan pendistribusian ditargetkan selesai pada akhir tahun 2023.
Dia menuturkan bahwa kelompok yang menerima alsintan, berdasarkan pengajuan proposal dari petani yang didampingi tenaga penyuluh pertanian dari Dinas TPHP di lapangan.
"Semoga bantuan alsintan ini bisa dimanfaatkan dengan baik, mampu mendukung produktivitas pertanian sehingga Provinsi Bengkulu bisa swasembada pangan," jelasnya.
Seperti diketahui, pada tahun 2022 , Dinas TPHP Provinsi Bengkulu, merealisasikan pengadaan alat dan mesin pertanian sebanyak 1.538 unit, pupuk non subsidi sebanyak 17.600 kilogram jenis NPK, dan 14.715 liter pupuk organik cair.
Penulis : Asep Supriyanto
Editor. : Khaerul Umam