Dari empat penilai CLoPT, tiga di antaranya memberikan nilai Gold Class sementara satu sisanya Silver Class.
Pimpinan Kopi Geulis Sumedang, Ai Awang bersyukur atas raihan tersebut. Menurutnya, skoring yang digemari CLoPT bisa memperkuat kopi Indonesia dalam menjaga mutunya.
"Alhamdulillah Kopi Geulis Sumedang sebagai binaan Ditjen Perkebunan mendapat skor tertinggi atau Gold Class dengan Metode CLoPT," katanya, Sabtu 24 Juni 2023.
Diketahui, ini adalah kali kedua yang diraih Kopi Geulis Sumedang dalam metode CLoPT. Dimana pada 2019, di Agro Food Expo JCC, Kopi Geulis Sumedang berhasil mendapat Gold Class dari 26 peserta dengan penilai sebanyak 17 orang juri.
Founder CLI sekaligus penggagas metode CLoPT, Jamil Munasif mengatakan bahwa, GKP skoring merupakan versi CASUAL CLoPT.
"Disebut casual karena yang menguji atau menilai bisa siapa saja tanpa pengetahuan khusus tentang kopi maupun organoleptik,” ujarnya.
Sementara, Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan,
Prayudi Syamsuri, mengapresiasi kegiatan skoring tersebut.
Menurutnya, hal itu sejalan dengan Kementerian Pertanian melalui Ditjen Perkebunan khususnya Direktorat Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan yang terus berupaya dan mendorong standarisasi kopi nasional khususnya untuk pasar Eropa.
"Hal ini menciptakan proteksionisme yang tinggi di pasar eropa yang pada hakikatnya bertentangan dengan semangat Free Trade Area seperti yang menjadi regulasi WTO,” katanya.
Dia berharap, kopi Indonesia semakin memiliki kualitas baik, semakin dikenal, diterima konsumen dan diminati serta memperluas akses pasar global untuk ekspor.
Penulis : Dony PH
Editor : Khaerul Umam