Pertanian dan Peternakan

Hadapi El Nino, Petani Disarankan Daftar AUTP

Friday, 23 June 2023 17:15 WIB
Bupati Subang H. Ruhimat Saat Panen Raya. (Dok.subangkab.go.id)

Radarsuara.com - Menghadapi fenomena El Nino yang mengancam, petani dihimbau daftar Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) untuk menghindari resiko gagal panen, sehingga tidak mengalami kerugian.

Berdasarkan perkiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kemarau panjang akan melanda Kabupaten Subang pada tahun ini disertai potensi El Nino selama satu tahun mendatang.
 
Menyikapi hal itu, penyuluh pertanian dari Dinas Pertanian Kabupaten Subang Dedy Qhodarisman mengatakan pihaknya telah melakukan sosialisasi, pelatihan dan pertemuan praktek pada kelompok tani sebagai antisipasi El Nino.
 
"Hampir semuanya kini sudah memasuki musim tanam, sehingga kami para penyuluh lebih fokus pada pelatihan dan strategi menghadapi musim kemarau," ungkapnya.
 
Dia menuturkan, ada beberapa pelatihan di antaranya membuat pupuk organik, pestisida dari bahan nabati (bahan alami), pengukuran uji tanah agar para petani tidak berlebihan memakai pupuk, pelatihan pengaturan air dan pengisian air.
 
Dia menjelaskan, pada bulan Agustus diperkirakan puncaknya musim kemarau, sehingga harus melalukan percepatan tanam mulai sekarang.
 
"Jadi, ada rembuk petani Kecamatan dan Desa agar luasan tanam Kabupaten Subang tercapai. Karena target di Blakanan sendiri mencapai 5.300 hektar. Alhamdulillah sekarang 80 persen sudah hampir rata," ucap Dedy.
 
Di samping itu, faktor internal dan eksternal juga menentukan suksesnya pertanian. Untuk faktor internal, kelompok tani diarahkan melapor ke petugas jika terjadi kekeringan.
 
Nanti kata dia, BPP bekerja sama dengan UPTD Pengelolaan Pertanian serta petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT).
 
"Serangan hama, ternyata juga menjadi faktor lain yang menentukan kesuksesan panen. Jika musim kemarau, hama pertanian biasanya lebih tinggi," ungkap dia.
 
Dia minta untuk daerah dengan ketersediaan air kurang, bisa ditanami jagung dan kacang-kacangan sehingga produktivitas petani dapat tetap terjaga.
 
Masih kata dia, strategi Dinas Pertanian untuk kondisi El Nino diantaranya melakukan percepatan tanam, optimalisasi mesin pertanian (alsintan).
 
"Dinas juga melakukan pemeliharaan jaringan irigasi yang perlu dibenahi serta penggunaan pupuk anorganik, sebab penguapan zat kimia dari pupuk itu sendiri bisa menyebabkan pemanasan global," tandasnya.
 
Penulis : Asep Supriyanto 
Editor.   : Khaerul Umam
 

Komentar

You must login to comment...