Pertanian dan Peternakan

DPP Jembrana Siapkan Langkah Atasi Dampak Kekeringan 

Friday, 23 June 2023 15:08 WIB
Lahan Pertanian di Jembrana. (Foto/nusabali.com)

Radarsuara.com - Sektor pertanian di Jembrana terancam kekeringan pada musim kemarau tahun ini. Dari total 6708 hektare lahan pertanian, hampir seribu hektare masuk daerah rawan kekeringan.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Jembrana I Wayan Sutama mengatakan, usia padi saat ini masih memerlukan pasokan air yang lebih banyak.
 
"Kami lakukan pemantauan khusus, Karena khawatir mengalami puso atau gagal panen, kalau kendala telah diketahui sejak dini maka akan segera bisa ditangani," kata Wayan.
 
Dijelaskannya, lahan pertanian yang berpotensi terjadi kekeringan di beberapa desa dan subak, seperti sejumlah sawah si wilayah Desa Mendoyo Dauh Tukad, Desa Yehkuning, Desa Manistutu, subak telepus dan subak jeropengentuh.
 
"Jadi, memang ada subak yang masih perlu perbaikan sistem pengairannya karena banjir bandang, musim kemarau ini akan sangat terdampak, seperti di subak telepus," ungkapnya.
 
Diakui dia, pihaknya tidak bisa mengandalkan subur bor dalam mengatasi lahan yang kekeringan, karena biaya tinggi untuk membeli bahan bakar minyak. 
 
"Tanaman yang masih memerlukan pasokan air saat ini sangat banyak, kami tidak bisa mengandalkan air sumur bor sebab biaya terlalu mahal," tuturnya.
 
Sebagai upaya antisipasi menghadapi kekeringan, pihaknya melakukan sosialiasi dan edukasi kepada petani agar memperhatikan pola tanam dan ketersediaan air. 
 
"Jadi, dengan pola tanam yang benar, diharapkan dapat mengurangi risiko kekeringan dan tanaman bisa terhindar dari situasi gagal panen," pungkas dia.
 
Penulis : Asep Supriyanto 
Editor.   : Khaerul Umam
 

Komentar

You must login to comment...