Di wilayah ini, Kementan memberikan ribuan bibit pohon jeruk dan durian. Termasuk juga sarana dan prasarana pendukung lainnya. Seperti pupuk cair dan pupuk anorganik.
Kabid Hortikultura Dinas Pertanian Luwu Utara, Djalaluddin Dalami menyebutkan, ada sebanyak 12.000 bibit jeruk dan 3.000 bibit durian yang diberikan Kementan kepada para kelompok tani yang tersebar di beberapa desa di wilayahnya tersebut.
"Untuk 12.000 bibit jeruk itu tersebar di desa Salekoe, Takkalala dan Pombakka, masing-masing 4.000 bibit untuk satu kelompok tani. Sementara untuk 3.000 bibit durian tersebar di dua desa di Sabbang dengan 3 kelompok tani," ungkap Djalaluddin, Selasa 20 Juni 2023.
Selain bantuan bibit, Kementan melalu Ditjen Hortikultura juga membangun kawasan cabai rawit seluas 20 hektare di kecamatan Rongkong, Kabupaten Luwu Utara.
Kata Djalaluddin, kegiatan kawasan cabai rawit di Rongkong itu ada di dua desa yang tersebar di 11 kelompok tani.
Djalaluddin menjelaskan, program Kampung Hortikultura ini merupakan program Kementan yang bertujuan untuk membangun sektor pertanian yang lebih baik lagi. “Ini bagian dari strategi pemerintah dalam upaya pengembangan kampung hortikultura,” jelasnya.
Dia berharap, bantuan Kementan tersebut dapat dimanfaatkan dengan baik oleh semua kelompok tani, sehingga ketersediaan buah jeruk dan durian dapat terjaga, termasuk ketersediaan komoditas strategis seperti cabai rawit, juga terjaga dengan baik di Luwu Utara.
“Kita harap program utama Ditjen Hortikultura Kementan di tahun 2023 ini dapat berlangsung dengan baik, sehingga masyarakat sebagai penerima manfaat dari program ini betul-betul merasakan dampaknya, utamanya dalam peningkatan kesejahteraan mereka,” tandas Djalaluddin.
Penulis : Dony PH
Editor. : Khaerul Umam