Alokasi dana ini menyusul pasca dilaporkan adanya peningkatan kasus rabies di beberapa daerah, khususnya di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Kalimantan Barat, Bali, dan Nusa Tenggara Barat (NTB).
“Tahun 2023 ini, Kementan telah mengalokasikan vaksin rabies senilai Rp6,92 Milliar secara nasional,” ungkap
Direktur Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian, Nuryani Zainuddin, Senin 19 Juni 2023.
Nuryani menyebutkan, jumlah vaksin yang disiapkan tersebut belum mencukupi. Sehingga, pihaknya kini tengah berupaya mengakses vaksin rabies dari Badan Kesehatan Hewan Dunia atau World Organisation for Animal Health (WOAH) dengan total 400 ribu dosis yang akan dikirimkan secara bertahap.
“Untuk respon darurat, kita kirimkan tambahan vaksin rabies ke daerah yang kasusnya meningkat seperti di NTT,” kata Nuryani.
Menurutnya, vaksinasi darurat dilanjutkan vaksinasi massal rabies harus segera dilakukan pada anjing di daerah-daerah tertular rabies.
“Fokus utama vaksinasi di desa tertular dan dilanjutkan di desa-desa lain di wilayah tertular,” tegas Nuryani.
Dia menjelaskan, vaksinasi tidak hanya melindungi hewan dari ancaman rabies, tapi juga merupakan upaya agar siklus rabies di hewan berhenti dan masyarakat terlindungi dari ancaman rabies.
“Saya harapkan kerja sama dan peran aktif masyarakat untuk mendukung kegiatan vaksinasi ini, dan saya juga minta masyarakat memastikan anjingnya dikandangkan atau diikat dulu,” kata dia.
Lebih lanjut Nuryani menyampaikan, peningkatan kasus rabies pada hewan dan manusia ini merupakan dampak dari adanya Pandemi Covid-19 yang mengakibatkan penurunan kegiatan vaksinasi rabies dalam tiga tahun terakhir.
“Kami juga telah menggandeng kerjasama kemitraan untuk ketahanan Kesehatan Indonesia Australia (AIHSP) untuk mendukung pengendalian rabies, khususnya untuk peningkatan kapasitas petugas, pengujian laboratorium, dan KIE,” tuturnya.
Penulis : Dony PH
Editor : Khaerul Umam