Dijelaskan Kabid Peternakan Diskanak Barito Timur Ratna Widyasari, saat ini sudah ditemukan dua ekor anjing yang positif terinfeksi rabies dan satu diantaranya telah menggigit dia warga.
Untuk mencegah penyebaran kasus tersebut, pihaknya akan segera melakukan vaksinasi terhadap hewan peliharaan di lokasi sekitar ditemukannya kasus tersebut.
"Kami ada 800 dosis vaksin rabies bantuan dari provinsi akan kami fokuskan di Kota Tamiang Layang dengan radius tidak jauh dari kasus rabies yang ditemukan di Jalan Fridolin Ukur," ungkapnya.
Menurutnya, kegiatan vaksinasi akan mulai lakukan Senin, 19 Juni 2023, dan untuk tahap pertama diutamakan di lokasi yang memang sudah ada hewan yang terjangkit virus.
Selain bantuan dari pemerintah provinsi, pihaknya juga mendapatkan bantuan vaksin rabies sebanyak 500 dosis dari Balai Veteriner Regional Kalimantan di Banjarbaru.
"Kita juga sudah mengajukan tambahan pengadaan vaksin rabies untuk mengantisipasi terjadinya kasus luar biasa atau KLB sebanyak 4.500 dosis tapi belum turun," ujar Ratna.
Di lokasi yang sama, Plt Kepala Diskanak Barito Timur Mishael menjelaskan, vaksinasi rabies juga akan difokuskan pada wilayah perbatasan di Kecamatan Raren Batuah dan Pematang Karau.
Hal itu bukan tanpa alasan, tetapi di Kabupaten Barito Selatan telah mengalami KLB rabies. Sehingga untuk mencegah penyebaran ke wilayahnya, maka vaksinasi akan di utamakan di perbatasan.
Dia meminta untuk warga Kota Tamiang Layang mendukung kegiatan vaksinasi rabies pada pekan depan, menyiapkan ternaknya untuk divaksin.
Dia juga meminta agar masyarakat yang memelihara anjing agar tidak dilepas berkeliaran di lingkungan sekitar untuk mencegah kasus gigitan anjing.
Menurutnya meski KLB rabies baru terjadi di Barito Selatan dan korban gigitan meninggal dunia. "Jadi masyarakat jangan dulu membawa anjing dari daerah KLB rabies," tandasnya.
Penulis : Asep Supriyanto
Editor. : Khaerul Umam