"Peternak lokal cuma mampu menyediakan 2.672 ekor sapi belum dapat memenuhi kebutuhan masyarakat akan daging yang mencapai 5.300 ton atau setara 17.351 ekor sapi per tahun," kata Edi.
Masih kata Edi, untuk bulog hanya mampu memasok daging 100 ton per tahun. Sehingga jika hanya dipenuhi dari produksi lokal dan bulog maka masih terjadi defisit sebesar 15.061 ekor untuk konsumsi.
Dijelaskan Edi, untuk menutupi kebutuhan sapi pihaknya masih mengandalkan pasokan dari luar daerah. "Jadi, sekitar 15.388 ekor sapi setiap tahun yang dipasok dari luar," paparnya.
Menurut dia, sejauh ini kemampuan peternak di Negeri Serumpun Sebalai hanya mampu memenuhi kebutuhan 11,31 persen. "Sisanya masih mengandalkan produk dari luar,” jelasnya.
Dia mengaku, pihaknya terus berupaya meningkatkan populasi ternak sapi ke depan. Upaya tersebut diantaranya melalui bantuan 110 ekor sapi yang disebar pada tujuh kabupaten dan kota se Provinsi Babel yang didanai APBD tahun ini.
“Ya ini untuk meningkatkan populasi dan produksi daging di Babel. Kalau kita mengandalkan membeli sapi dari masyarakat persentasenya masih sangat kecil. Jadi kita yang harus mendorong terus,” ujarnya.
Penulis : Asep Supriyanto
Editor. : Khaerul Umam