Tanam raya yang dipimpin Bupati Sampang, Slamet Junaidi itu dilaksanakan bersama Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Kabupaten Sampang, masyarakat dan juga Forum Koordinasi Perangkat Daerah (Forkopimda).
Bupati Sampang, Slamet mengatakan, jika kegiatan tanam raya tersebut menjadi salah satu bentuk kesiapan Kabupaten Sampang menjadi salah satu sentra komoditas tembakau di Nusantara.
“Kita memberikan kontribusi produksi tembakau sebesar 3.444 ton pada 2021 dan 1.679 ton di 2022, penurunan disebabkan musim yang kurang mendukung dampak iklim La Nina,” kata Slamet.
Sebagai salah satu komoditas andalan, sambungnya, produksi tembakau Jawa Timur tersebar se-Indonesia pada 2021 bahkan mencapai 118.862 ton.
"Produksi tersebut dihasilkan oleh 27 Kabupaten di Jawa Timur salah satunya yaitu Kabupaten Sampang," ungkap Slamet.
Pihaknya optimis di tahun ini akan lebih baik dengan luas potensi sebesar 5.761 hektare dan jumlah petani tembakau di Sampang sebanyak 38.462 orang serta didukung iklim menurut BMKG kemarau lebih kering.
“Kami berharap luas tanam tembakau tahun ini meningkat sehingga produksinya juga mengikuti, tantangan akan selalu ada karena selain iklim juga kualitas tembakau yang tidak stabil,” ujarnya.
Jenis tembakau yang dibudidayakan dalam kesempatan tersebut yaitu Prancak 95 merupakan varietas unggul yang direkomendasikan dan dibutuhkan oleh industri rokok
“Saya harap Dinas Pertanian bisa merespon kondisi memberikan penyuluhan dan pendampingan kepada petani agar bisa melakukan budidaya dengan tepat,” tuturnya.
Sementara, Kepala Dinas Pertanian Sampang, Suyono menyampaikan bahwa saat ini Prancak 95 merupakan salah satu varietas yang diproyeksikan sebagai varietas unggulan di Kabupaten Sampang.
“Harapannya APTI dan Dinas Pertanian bisa melakukan pendampingan dan pengembangan kepada para petani,” katanya.
Penulis : Dony PH
Editor : Khaerul Umam