Pertanian dan Peternakan

Kota Bogor Jadi Daerah Buruan Pedagang Hewan Kurban 

Wednesday, 07 June 2023 18:27 WIB
Lapak penjualan hewan kurban di Kota Bogor. (Dok.infopublik.id)

Radarsuara.com - Tingginya minat masyarakat Kota Bogot yang membeli hewan untuk kurban pada Hari Raya Idul Adha, menjadi magnet tersendiri bagi para pedagang hewan kurban untuk menjajakan dagangannya di Kota Hujan.

Di konfirmasi Kepala Bidang Peternakan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bogor Drh. Anizar mengaku, pihaknya telah menerima 21 ajuan permohonan untuk berjualan hewan kurban.

Namun kata dia, pihkanya akan terus mengawasi ketat kesehatan hewan kurban yang akan dijual kepada masyarakat di Kota Bogor.

Dijelaskan dia, bawa para pedagang yang akan membuka lapan penjualan hewan kurban di Kota Bogor harus memenuhi syarat dan ketentuan yang diberlakukan oleh Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH).

"Jadi, tahapannya adalah calon pedagang mengajukan permohonan ke dinas dan melampirkan surat keterangan kesehatan hewan serta dokumen lainnya yang berkaitan dengan penyakit yang relevan," kata Anizar.

Selain itu kata dia, bahwa untuk sapi, beberapa penyakit yang perlu diperhatikan adalah PMK (Penyakit Mulut dan Kuku), Lumpy Skin Disease (LSD), lato-lato, dan antrak. "Persyaratan tersebut dapat berbeda tergantung pada situasi penyakit yang ada," ungkapnya.

Untuk izin membuka lapak penjualan hewan kurban, sangat penting memperoleh Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH). Hal itu untuk memastikan bahwa hewan yang akan dijual bebas dari penyakit.

Meski prosedur pengajuan untuk sapi Bali serupa dengan hewan lainnya, namun penyakit yang harus diperhatikan berbeda karena sapi Bali memiliki beberapa jenis penyakit khusus yang hanya menyerang mereka.

"Ada 21 orang yang mengajukan izin, mayoritas dari mereka berasal dari Jawa Timur, mungkin karena Jawa Timur," paparnya.

Dia menerangkan, bahwa daerah tersebut memang merupakan daerah penghasil utama dan memiliki akses transportasi yang lebih mudah dibandingkan dengan daerah lain terutama beda pulau.

Penulis : Asep Supriyanto 
Editor.   : Khaerul Umam

Komentar

You must login to comment...