Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian dan Pangan Kulon Progo Agus Setiawan mengatakan, penanaman tersebut di bagi tiga kelompok tani dengan total lahan empat hektare.
"Jadi, Kelompok Tani Gisik Pranaji Bugel menanam seluas dua hektare, Kelompok Tani Dadi Arum Sari Ngramang seluas satu hektare, dan Kelompok Tani Margi Raharjo seluas satu hektare," kata Agus.
Pihaknya berharap penanaman tersebut menghasilkan panen yang maksimal. Dan itu bisa menjadi proyek percontohan bagi para petani di wilayah lainnya. "Semoga, ke depan menjadikan Kulon Progo sebagai penghasil koro pedang," ucapnya.
Agus menuturkan, koro pedang merupakan tanaman perdu termasuk jenis kacang-kacangan dan biji koro pedang cukup prospektif sebagai alternatif pengganti kedelai.
"Kacang koro pedang ini memiliki kandungan proteinnya hampir sama dengan kedelai yaitu 30,36 persen sedangkan kedelai 35 persen," paparnya.
Untuk produktivitas, lanjutnya, koro pedang cukup tinggi dibandingkan jenis kacang tanah, kacang hijau dan kedelai, yaitu 4 hingga 20 ton per hektare, sedangkan pupuk hijaunya sekitar 40-50 ton per hektare.
Selain itu, proses budidayanya juga cukup mudah sebab bisa ditumpangsarikan dengan tanaman lain seperti ubi kayu, jagung, kopi dan lain-lain. "Jadi, koro pedang ini cukup potensial untuk dikembangkan," tandas dia.
Penulis : Asep Supriyanto
Editor. : Khaerul Umam