Pertanian dan Peternakan

Polres Kupang Buka Puluhan Hektare Pertanian untuk Kendalikan Inflasi

Tuesday, 06 June 2023 14:08 WIB
Bupati Kupang dan Kapolres Kupang di Lahan Pertanian.(dok.tribratanewskupang.com)

 

Radarsuara.com - Dukung pengendalian inflasi daerah, Polres Kupang bantu menyediakan pangan, dengan membuka 40 hektare lahan pertanian yang ditanami jagung dan padi.

Kapolres Kupang AKBP Anak Agung Gde Anom Wirata mengapresiasi program pemerintah yang fokus pada pembangunan sektor Pertanian, perkebunan, perikanan, pariwisata dan peternakan dalam mendongkrak Ekomoni.
 
"Kami siap mendukung berbagai program dilakukan Pemerintah. Kami membangun kerjasama dengan masyarakat termasuk membuka lahan pertanian yang menjadi lokasi percontohan di Kecamatan Sulamu," kata Kapolres.
 
Dia mengatakan, melalui pemanfaatan lahan potensial yang dapat mendongkrak pendapatan ekonomi warga maka bisa meminimalisir kasus-kasus tindakan pidana perdagangan orang.
 
Sementara itu, Bupati Kupang, Korinus Masneno mengaku, pihaknya mengapresiasi langkah kepolisian yang bersedia turun tangan membantu mengendalikan inflasi daerah dengan membuka lahan pertanian.
 
"Terima kasih untuk jajaran Polres Kupang khusus Kapolsek Sulamu dan masyarakat yang membuat lahan pertanian percontohan dalam mendukung pengendalian inflasi," kata  Korinus.
 
Dirinya juga mengaku telah melihat langsung lokasi dan melakukan penanaman jagung secara simbolis di kawasan seluas 40 hektare di Desa Pantulan Kecamatan Sulamu.
 
Menurut dia, lahan yang dijadikan sebagai kawasan pertanian itu sangat luas dan masih berpotensi untuk ditanami jenis tanaman lain untuk menghasilkan produk pangan.
 
"Kami yakin kalau kawasan itu ditanami berbagai jenis tanaman, maka hasilnya akan melimpah sehingga ekonomi dan  kesejahteraan warga makin baik," ungkapnya.
 
Inovasi yang dilakukan Kepolisian di Polres Kupang merupakan bentuk kerja secara revolusioner bersama warga. Yakni melakukan penanaman dengan memanfaatkan lahan tidur menjadi lahan produktif.
 
Penulis : Asep Supriyanto
Editor.   : Khaerul Umam

Komentar

You must login to comment...