Hal itu diungkapkan Bupati Situbondo, Karna Suswandi saat menghadiri acara panen kopi milik Paguyuban Petani Kopi Sumber Makmur, Kecamatan Sumbermalang, Kabupaten Situbondo belum lama ini.
Menurutnya, penggunaan pupuk urea secara terus-menerus dapat berpengaruh terhadap kualitas kopi. Secara tidak langsung itu merugikan karena akan berdampak terhadap nilai jual.
"Saya mengajak petani untuk kembali memakai pupuk organik, Insya Allah buah kopi lebat dan kualitas terjaga," ungkapnya.
Keinginan agar petani beralih menggunakan pupuk organik, tak hanya sekadar ucapan belaka, Bupati meminta Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) untuk memberikan ilmu dengan pelatihan pembuatan pupuk organik.
Masih kata Bupati, menggunakan pupuk organik banyak keunggulan dan manfaat, misalnya menekan biaya produksi dan juga dari sisi kesehatan akan menghasilkan produk yang sehat.
"Bahan baku untuk membuat pupuk organik itu murah dan mudah didapat. Seperti kotoran hewan ternak sapi maupun kambing/domba dan pelapukan sisa tanaman," tuturnya.
Berdasarkan data, jumlah petani kopi yang tergabung dalam Paguyuban Petani Kopi Sumber Makmur tercatat ada sebanyak 460 petani. Dimana setiap petanu memiliki luas lahan antara 1 hektare hingga 2 hektare.
Penulis : Asep Supriyanto
Editor. : Khaerul Umam