Pertanian dan Peternakan

Waspadai Penularan Lato-lato Jelang Idul Adha

Monday, 05 June 2023 10:07 WIB
Bupati Purwakarta, Jawa Barat, Anne Ratna Mustika saat memberikan vaksin kepada hewan ternak di wilayahnya. (Dok.HumasPurwakarta)

Radarsuara.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purwakarta, Jawa Barat, mulai siaga mengamankan hewan ternak di wilayahnya dari penularan dan penyebaran penyakit Lumpy Skin Disease (LSD) atau lato-lato menjelang Hari Raya Idul Adha.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan memberikan vaksin kepada ratusan hewan ternak. 
 
Bupati Purwakarta, Anne Ratna Mustika mengatakan, vaksinasi merupakan salah satu langkah pihaknya untuk meminimalisir penyakit lato-lato terhadap hewan pasca beberapa di antaranya sudah terjangkit.
 
"Vaksinasi itu kita berikan ke hewan ternak sapi dan kerbau untuk memutus mata rantai penularan dan penyebaran ke wilayah yang lebih luas. Kita ingin pastikan jumlah sapi dan kerbau yang terkena penyakit itu tidak bertambah," kata Anne, Senin 5 Juni 2023.
 
Anne pun memerintahkan Dinas Peternakan dan Peternakan (Diskanak) untuk memonitor dan memeriksa secara berkala semua pasar hewan dan lokasi pemeliharaan ternak sapi serta kerbau di seluruh wilayah di Purwakarta.
 
"Monitoring penting dilakukan untuk bisa mendeteksi secara dini jika ada hewan ternak sapi atau kerbau yang terjangkit penyakit tersebut. Jika ditemukan, maka kita bisa lakukan langkah untuk mengatasinya," tegasnya.
 
Sementara, Kepala Diskanak Purwakarta, Siti Ida Hamidah mengungkapkan, sejauh ini sudah ada sebanyak 972 ekor sapi dan kerbau yang sudah divaksin. 
 
"Jumlah yang sudah vaksinasi LSD itu, terdiri dari 960 ekor sapi dan 12 ekor kerbau. Kita terus lakukan monitoring ketat untuk memastikan tidak ada lagi sapi atau kerbau yang terjangkit penyakit tersebut," ungkapnya.
 
Diketahui, penyakit LSD adalah penyakit kulit infeksius yang disebabkan oleh Lumpy Skin Disease Virus (LSDV). Virus ini umumnya menyerang hewan ternak sapi dan kerbau.
 
Penyakit Lato-lato itu pertama kali ditemukan pada 6 Februari 2023, di posko pemeriksaan sebelum memasuki Pasar Hewan Ciwareng, Kabupaten Purwakarta.
 
Penyakit itu ditemukan Tim Kesehatan Hewan Diskanak Purwakarta yang sedang melakukan pemeriksaaan hewan dan kontroling rutin lalu lintas ternak serta vaksinasi PMK (Penyakit Mulut dan Kuku).
 
"Setiap ternak yang akan masuk ke Pasar Hewan Ciwerang kita periksa satu per satu. Dari pemeriksaan itu kita temukan kasus LSD pertama pada 2 ekor sapi dan satu ekor kerbau," ungkap Ida.
 
Pasca ditemukannya kasus penyakit LSD, Tim Kesehatan Diskanak memperketat monitoring dan kontroling untuk mencegah penularan dan penyebarannya.
 
"Sesuai arahan Ibu Bupati, pasca ditemukannya penyakit tersebut, kita terus melakukan monitor ketat. Kita ingin memastikan semua penyakit itu tidak menyebar luas," kata Ida.
 
Jumlah hewan ternak sapi yang terkena penyakit LSD terhitung kecil dibandingkan dengan jumlah total ternak sapi di Purwakarta yang mencapai 13.808 ekor.
 
"Meski demikian kita tidak mau kasus itu menjangkiti sapi-sapi lain. Kita akan terus melakukan monitoring dan kontrol ketat terhadap semua lokasi ternak sapi dan semua pasar hewan di Purwakarta, sehingga penyakit itu benar-benar bisa kita atasi," tandasnya.
 
Penulis : Dony PH
Editor.   : Khaerul Umam
 

Komentar

You must login to comment...