Demikian dikatakan Guru Besar IPB University, Prof Abdul Munif. “Pemanfaatan bakteri endofit untuk pengendalian hama dan penyakit, termasuk fitonematoda, merupakan alternatif pengendalian yang saat ini semakin berkembang karena dianggap lebih aman dan berkelanjutan,” jelasnya, Sabtu 3 Juni 2023.
Lebih lanjut Munif mengatakan, selama ini pengelolaan kesehatan tanaman dan pengendalian hama dan penyakit tanaman pada umumnya lebih banyak mengandalkan pestisida kimia sintetis.
Menurutnya, penggunaan bahan kimia sintetis sering menimbulkan dampak terhadap lingkungan, keracunan, terbunuhnya mikroba bermanfaat dan musuh alami serta dapat memunculkan hama dan patogen yang lebih resisten.
Munif menjelaskan, bakteri endofit adalah bakteri yang hidup di dalam jaringan tanaman tanpa menimbulkan gejala sakit pada tanaman inangnya. Bahkan, tanaman mendapatkan manfaat dari keberadaannya, simbiosis mutualisme.
“Bakteri endofit berperan memacu pertumbuhan dan meningkatkan hasil tanaman. Bakteri ini bisa meningkatkan kesehatan tanah dari polusi dan senyawa yang beracun dan meningkatkan kesehatan dan perlindungan tanaman,” terangnya.
“Keunggulan lainnya, bakteri ini juga dapat mengolonisasi jaringan tanaman inang tanpa menimbulkan gejala. Penggunannya juga dapat menghemat biaya karena mudah diisolasi dan diperbanyak pada media buatan,” paparnya.
Hasil penelitiannya menunjukkan, bakteri endofit dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman dan mengendalikan cendawan patogen seperti penyakit busuk seludang pada padi dan busuk umbi pada bawang merah hingga mencapai 50 persen.
“Contoh lainnya, pada tanaman tomat dan padi, bakteri endofit Pantoea agglomerans dan Micrococcus endophyticus dapat mengurangi hingga 50 persen infeksi Meloidogyne incognita dan M graminicola,” ungkapnya.
“Bakteri endofit sangat potensial dikembangkan menjadi produk hayati, seperti biofertilizers, biostimulant, biopriming dan agens biokontrol dalam mendukung produksi pangan yang berkelanjutan dan sekaligus memastikan lingkungan hidup yang sehat bagi generasi penerus,” pungkasnya.
Penulis : Dony PH
Editor. : Khaerul Umam