Ditanami sejak 2020, akhirnya Pemprov NTB bisa merasakan hasil tanamannya di lahan seluas 400 hektare dengan melibatkan 430 kepala keluarga petani penggarap tersebut.
Wakil Gubernur NTB, Siti Rohmi Djalilah mengatakan, panen perdana ini sebagai salah satu wujud program industrialisasi hasil hutan bukan kayu (HHBK) di Provinsi NTB.
“Apa yang kita lakukan ini menjadi salah satu ikhtiar dalam mewujudkan NTB hijau,” kata Rohmi, Jumat 2 Juni 2023.
Dia menjelaskan, antara program NTB Hijau dan program Industrialisasi saling melengkapi. Artinya, satu program menyiapkan bahan baku dan program lain mengolahnya.
“Dengan industrialisasi akan mampu meningkatkan nilai tambah. Ini yang sedang dilakukan dengan tanaman Kayu Putih,” jelasnya.
Menurutnya, Provinsi NTB memiliki potensi sumber daya alam yang lengkap. Ada daerah yang subur dan daerah yang tandus dan kering.
Dia pun mengaku akan terus menjalankan program menanam pohon kayu putih di kawasan tersebut.
Rohmi mengklaim bahwa itu menjadi salah satu upaya Pemprov NTB untuk untuk meningkatan perekonomian masyarakat. Selain lahan akan menjadi hijau, hasil tanaman akan dijadikan bahan baku minyak kayu putih.
“Lahan kering dan curah hujan yang rendah serta suhu yang panas di sebagian besar wilayah NTB bukanlah hambatan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat. Lahan kering juga bisa berpotensi untuk tingkatkan ekonomi masyarakat. Kita tinggal memanfaatkannya saja,” katanya.
Penulis : Dony PH
Editor. : Khaerul Umam