Pertanian dan Peternakan

Pemkab Lebak Siapkan Solusi Selamatkan Sektor Pertanian 

Friday, 02 June 2023 11:12 WIB
Lahan pertanian mengalami kekeringan dan gagal panen. (Foto/antara)

Radarsuara.com - Laporan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang memperkirakan akan terjadi kemarau panjang awal Juni hingga November 2023 menjadi perhatian serius Pemkab Lebak terutama dalam menyelamatkan sektor pertanian.

Hal itu dilakukan supaya sektor pertanian tetap produktif dan menghasilkan produk guna menjaga ketersediaan pangan dan terhindar dari resiko inflasi daerah.
 
Kepala Bidang Produksi Dinas Pertanian Kabupaten Lebak Deni Setiawan mengatakan, untuk menjaga lahan pertanian dari krisis air saat kemarau pihaknya menyiapkan sejumlah strategi.
 
"Dalam menghadapi kemarau ini, kami siagakan ratusan pompa air untuk mengairi pertanian, lalu kami minta para petani untuk mempercepat masa tanam," kata Deni. 
 
Deni menerangkan, dengan disiagakan pompa air, maka petani tetapi bisa mengairi lahan pertaniannya, tetap  berproduksi dan tidak mengalami gagal panen.
 
"Totalnya kami memiliki sekitar 220 pompa air dan kini berada di petani, sehingga dapat digunakan untuk menangani kekeringan," jelasnya.
 
Deni mengaku, saat ini ada beberapa areal persawahan di Kabupaten Lebak yang sudah mengalami kekeringan. Untuk mengatasi persoalan itu, pihaknya minta agar petani memaksimalkan penggunaan air sungai.
 
"Jadi, petani yang memiliki sumber air permukaan, seperti Sungai Ciujung, Ciberang, Cisimeut, Cilangkahan, dan Cimadur agar dimanfaatkan, dengan menggunakan pompa air untuk menyedot air ke lahan pertanian," ungkapnya.
 
Masih kata Deni, gerakan penanaman yang dilakukan petani pada Mei 2023 seluas 7.500 hektare dan Juni ditargetkan 15 ribu hektare.
 
Namun, untuk penanaman pada Juni 2023 diprediksi sudah memasuki musim kemarau dan berpotensi terjadi kekeringan. Sebab sebagian besar lahan persawahan yang dikelola masyarakat masuk kategori pesawahan tadah hujan. 
 
Penulis : Asep Supriyanto 
Editor.   : Khaerul Umam

Komentar

You must login to comment...