"Tahun ini kita akan mengalami banyak krisis, kritis bahkan. Ada elnino, ada musim panas yang tinggi peluang kekeringannya tinggi," kata Kabid Perlindungan dan pelayanan usaha, Judi Rahmat, Kamis 1 Juni 2023.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Kabupaten Bogor tercatat memiliki ladang persawahan seluas 42.000 Hektare.
Dari puluhan ribu hektare tersebut, Distanhorbun menyebutkan bahwa saat ini sejumlah Kecamatan di Kabupaten Bogor telah mengalami kekeringan. Di antaranya adalah Kecamatan Jonggol dan Tanjungsari di wilayah timur Kabupaten Bogor.
Menurut Judi Rahmat, kedua kecamatan ini terdampak kekeringan karena sumber mata air di lokasi tersebut tidak cukup besar.
"Sementara untuk Bogor wilayah barat relatif bagus, kecuali Kecamatan Tenjo kita sudah tidak punya sawah irigasi, jadi itu sawah tadah hujan, pada saat hujan itu bisa dimanfaatkan tapi pada saat kering itu tidak bisa dipakai," jelasnya.
Diketahui, Kabupaten Bogor sendiri, memiliki jadwal panen tiga kali di setiap tahunnya. Jika ditotal, petani di Bumi Tegar Beriman ini bisa memanen gabah kering hingga 600.000 ton per tahunnya.
"Minimal produksi satu tahun itu tidak terlalu berkurang," ucap Judi Rahmat.
Untuk mengantisipasi kekeringan yang terjadi pada Juni hingga September, tambah Judi, pihaknya berencana untuk memasang pompa air di sejumlah sentral pertanian.
"Kalau padi itu membutuhkan airnya di satu bulan pertama, pada saat nanti terjadi elnino harapan mereka tinggal nunggu panen saja," pungkasnya.
Penulis : Dony PH
Editor. : Khaerul Umam