Pertanian dan Peternakan

Biosaka, Ubah Metode Pertanian

Wednesday, 31 May 2023 16:19 WIB
Kodim 0813 Bojonegoro terjunkan Bintara Pembina Desa melakukan pendampingan penanaman padi kepada petani. (Dok.bojonegorokab.go.id)

Radarsuara.com - Para petani di Bojonegoro mencoba mengubah metode pertanian supaya lebih menguntungkan. Biosaka atau pertanian ramah lingkungan menjadi satu metode baru yang diperkenalkan kepada petani.

Biosaka merupakan salah satu metode dengan teknologi mudah dan murah sehingga mampu menekan biaya produksi dan meningkatkan produktivitas sehingga lebih menguntungkan bagi para petani.
 
Kepala Bidang Sarana, Prasarana dan Perlindungan Tanaman Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Bojonegoro RA. Retno Budiwidyanti mengatakan, sebagian besar lahan pertanian di Bojonegoro memiliki kandungan organiknya yang rendah sehingga kesuburannya tidak maksimal.
 
Menurut dia, hal itu akibat ketergantungan para petani yang menggunakan bahan-bahan kimia yang sudah berlangsung selama puluhan tahun dan ujungnya merugikan para petani.
 
"Jadi, untuk mengembalikan kesuburan tanah itu, satu-satunya cara adalah  menggunakan bahan- bahan alami atau organik," kata Retno.
 
Dia berharap para petani menggunakan pupuk organik yang didukung biosaka, karena pupuk tersebut tanpa kandungan  kimia dan pestisida kimia. "Itu dapat memperbaiki semua sifat tanah yang tentunya akan mengembalikan kesuburan tanah," jelasnya.
 
Dijelaskannya, biosaka merupakan inovasi yang telah dikembangkan oleh petani dari bahan baru-terbarukan yang tersedia melimpah di alam.
 
Dan menurut dia, biosaka memiliki tujuh kelebihan, pertama, efektifitas kinerja, sebab reaksinya bisa dilihat dalam 24 jam, dapat digunakan pada seluruh fase tanaman, proses produksi sangat cepat,  dan cara penggunaan mudah dan dosis sangat sedikit.
 
"Selanjutnya, biosaka dapat diterapkan pada semua komoditas, lalu dapat mengurangi penggunaan pupuk kimia hingga 50-90 persen dan terakhir bahan baku biosaka juga tersedia di mana dan kapanpun," tandasnya.
 
Penulis : Asep Supriyanto 
Editor    : Khaerul Umam

Komentar

You must login to comment...