Biosaka merupakan salah satu metode dengan teknologi mudah dan murah sehingga mampu menekan biaya produksi dan meningkatkan produktivitas sehingga lebih menguntungkan bagi para petani.
Kepala Bidang Sarana, Prasarana dan Perlindungan Tanaman Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Bojonegoro RA. Retno Budiwidyanti mengatakan, sebagian besar lahan pertanian di Bojonegoro memiliki kandungan organiknya yang rendah sehingga kesuburannya tidak maksimal.
Menurut dia, hal itu akibat ketergantungan para petani yang menggunakan bahan-bahan kimia yang sudah berlangsung selama puluhan tahun dan ujungnya merugikan para petani.
"Jadi, untuk mengembalikan kesuburan tanah itu, satu-satunya cara adalah menggunakan bahan- bahan alami atau organik," kata Retno.
Dia berharap para petani menggunakan pupuk organik yang didukung biosaka, karena pupuk tersebut tanpa kandungan kimia dan pestisida kimia. "Itu dapat memperbaiki semua sifat tanah yang tentunya akan mengembalikan kesuburan tanah," jelasnya.
Dijelaskannya, biosaka merupakan inovasi yang telah dikembangkan oleh petani dari bahan baru-terbarukan yang tersedia melimpah di alam.
Dan menurut dia, biosaka memiliki tujuh kelebihan, pertama, efektifitas kinerja, sebab reaksinya bisa dilihat dalam 24 jam, dapat digunakan pada seluruh fase tanaman, proses produksi sangat cepat, dan cara penggunaan mudah dan dosis sangat sedikit.
"Selanjutnya, biosaka dapat diterapkan pada semua komoditas, lalu dapat mengurangi penggunaan pupuk kimia hingga 50-90 persen dan terakhir bahan baku biosaka juga tersedia di mana dan kapanpun," tandasnya.
Penulis : Asep Supriyanto
Editor : Khaerul Umam