Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda DIY, Tri Saktiyana mengungkapkan, benih varietas unggul ini memiliki potensi hasil panen yang lebih tinggi, serta lebih adaptif terhadap kondisi dan lokalitas lahan.
Sehingga, kata dia, hal tersebut akan meningkatkan produktivitas pertanian.
“Sayangnya, penggunaan varietas unggul, terutama varietas yang baru dilepas, masih sangat rendah. Ini disebabkan karena lambatnya diseminasi informasi dan kurangnya sosialisasi,” ungkapnya, Selasa 30 Mei 2023.
Upaya Pemerintah DIY untuk memaksimalkan penggunaan benih tersebut salah satunya dilakukan melalui Gebyar Perbenihan VIII Tahun 2023 di Jogja Agro Park.
Menurut Tri, Jogja Agro Park yang menjadi tempat memamerkan beragam varietas unggulan tanaman pangan yang ada di Indonesia itu diharapkan menjadi media bagi masyarakat untuk semakin mengenal beragam varietas unggulan.
Sementara, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY, Sugeng Purwanto mengatakan, pada Gebyar Perbenihan VIII Tahun 2023 di DIY dipamerkan 139 varietas tanaman pangan, yang di antaranya terdiri dari 60 varietas padi dan 58 varietas palawija seperti jagung, ubi kayu, ubi jalar, kedelai, kacang tanah, maupun sorgum.
Kegiatan ini, kata dia, merupakan amanah dari Kementerian Pertanian RI yang bertujuan memasyarakatkan kemandirian benih, khususnya tanaman pangan untuk menuju kedaulatan pangan.
“DIY ini tidak seperti daerah lain yang punya lahan luas, sehingga ada pesan khusus dari Ngarsa Dalem. Pertanian DIY tidak bicara kuantitas konsumsi, tapi bicara kualitas,” jelasnya.
Penulis : Dony PH
Editor : Khaerul Umam