Melihat potensi itu, Dinas Peternakan Aceh Jaya mengagas sebuah gerakan Penertiban Ternak Berbasis Pemberdayaan dan melakukan pendampingan kepada peternak.
Hal itu bertujuan untuk menertibkan hewan ternak warga dan meningkatkan kualitas hewan ternak.
Kepala Dinas Peternakan Aceh Zalsufran mengaku siap melaksanakan instruksi gubernur untuk meningkatkan potensi bidang peternakan.
Bahkan dia mengaku optimis, upaya tersebut akan mampu mendorong kesadaran masyarakat agar memahami besarnya potensi peternakan di Aceh Jaya.
"Cara ini akan memberi kenyamanan pengguna jalan. Selain itu, akan menekan angka kecelakaan yang diakibatkan oleh ternak yang berada di jalan raya. Insya Allah, dengan dukungan semua pihak upaya ini akan sukses,” ungkapnya.
Dia juga menyebut, pertumbuhan sapi yang berkeliaran di jalan raya tidak sempurna, sehingga membuat kondisi fisik sapi yang semakin mengecil.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, secara bertahap ternak akan diganti melalui mekanisme pasar.
Sapi milik peternak yang bertubuh kecil akan dibeli dan secara bertahap diganti ternaknya agar terjadi pembaharuan.
Dalam proses itu, juga akan dilakukan uji lab terkait pelestarian sapi asli Aceh. Sejauh itu untuk mendukung pertumbuhan ternak di Aceh Jaya sedang disiapkan padang penggembalaan.
"Insya Allah, saya optimis dengan bantuan ini akan memberikan daya dorong pengembangan ekonomi bagi masyarakat," tandasnya.