1. Siapkan Lahan
Selain ketinggian tempat, tanah yang untuk penanaman apel hijau harus gembur dan memiliki kandungan bahan organik yang banyak. Hal itu untuk menunjang kesuburan tanaman.
2. Pilih Bibit Berkualitas
Bibit akan mempengaruhi pertumbuhan, perkembangan, ketahanan cuaca, ketahanan hama penyakit dan buah apel hijau yang dihasilkan.
Maka, pastikan bibit itu berasal dari buah apel yang unggul dan terjamin kualitasnya. Sehingga nantinya menjadi produktif, tahan terhadap serangan hama penyakit.
3. Olah Tanah
Untuk penanaman apel hijau selanjutnya diperlukan pengolahan lahan. Bersihkan lahan dari rumput liar, secara manual dapat menggunakan sabit maupun dilakukan penyemprotan menggunakan herbisida.
Berikan pupuk kandang sebanyak 20 kg pada lubang tanam dan aduk secara merata dengan tanah. Masukan bibit apel pada lubang tanam dan tutup dengan tanah.
4. Pemupukan
Untuk pemupukan agar dilakukan secara tepat. Sebab, kekurangan unsur hara dapat menyebabkan pertumbuhan tanaman terganggu, seperti tanaman kerdil, daun mudah rontok, dan batangnya kecil.
Kebutuhan unsur hara ini dapat dipenuhi dengan pemberian pupuk kandang maupun pupuk anorganik seperti Urea, ZA, dan Phonska. Berikan pupuk sesuai kebutuhan yang diperlukan pada setiap fase pertumbuhan tanaman.
5. Perawatan
Dalam tahap perawatan, lakukan pemangkasan batang batang dan cabang pohon apel akan terus tumbuh dan bertambah panjang. Hal ini akan menyulitkan proses perawatan dan pemanenan jika terus dibiarkan.
6. Panen
Setalah melewati tahap perawatan, selanjutnya tunggu masa panen. Pohon apel hijau mulai berbunga pada umur 2 hingga 3 tahun.
Buah apel yang sudah memiliki ukuran yang besar dan warna hijau yang merata, siap untuk dipanen. Panen buah apel hijau dengan cara memetik dari tangkai buahnya, lalu kumpulkan hasil panen dalam wadah keranjang.
Penulis : Asep Supriyanto
Editor : Khaerul Umam