Wali Kota Kediri, Abdullah Abu Bakar mengaku, dirinya telah menyerahkan sertifikat Prima 3 kepada Komunitas Hidroponik.
Dijelaskan Wali Kota bahwa, sertifikat tersebut sebagai pertanda bahwa produk pertanian tersebut aman dikonsumsi.
"Mereka sudah tersertifikasi, artinya sayur hidroponik yang mereka jual ini layak dikonsumsi. Tidak ada timbal, bakteri e.coli dan kandungan berbahaya lain," ungkapnya.
Seperti diketahui, Kota Kediri tidak memiliki lahan luas untuk bercocok tanam. Namun, masyarakatnya gemar menanam.
"Semakin hari semakin banyak yang menanam secara hidroponik, hasilnya luar biasa bagus. Ini adalah hal yang positif karena ada nilai ekonomi. Dan kuncinya harus konsisten," jelasnya.
Saat ini, produk sayur hidroponik berhasil menembus ke pasar swalayan, seperti halnya Golden Swalayan, Hypermart, Samudra, dan Superindo Kediri.
Menurut Mas Abu, penandatanganan kontrak kerja sama itu akan memperluas pasar sayuran hidroponik. Terlebih saat ini permintaan masyarakat terhadap sayur hidroponik meningkat di tengah meningkatnya kepedulian terhadap makanan yang dikonsumsi.
Berdasarkan data Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Kediri, saat ini ada sekitar 300 petani hidroponik, mereka dapat memanen sayur antara enam hingga tujuh kuintal setiap pekannya.
Penulis : Asep Supriyanto
Editor : Dony PH