Pertanian dan Peternakan

Tekan Inflasi Daerah Melalui Bantuan Bibit Holtikultura Gratis

Friday, 26 May 2023 16:04 WIB
Kepala Dinas (Kadis) Pertanian Kota Kendari, Sahuriyanto Meronda melakukan penanaman dan memberikan bibit gratis kepada warga. (Dok.Inilahsultra.com)

Radarsuara.com - Untuk menekan inflasi daerah, Dinas Pertanian (Distan) Kota Kendari genjot program gerakan menanam tanaman holtikultura di seluruh kecamatan dengan dibekali bantuan bibit gratis.

Kepala Dinas (Kadis) Pertanian Kota Kendari, Sahuriyanto Meronda mengatakan, program tersebut untuk memacu semangat para petani guna menekan inflasi.
 
"Jika ketersediaan pangan aman, maka kebutuhan masyarakat akan terjamin dengan harga komoditi yang stabil, sehingga mampu menekan inflasi," kata Sahuriyanto.
 
Untuk jenis tanaman yang saat ini galakkan antara lain, tanaman cabe, bawang merah, kemudian jagung, dan tanaman holtikultura yang lain, dan itu merata di semua kecamatan.
 
"Saat ini masih dilakukan penanaman, kalau ada masyarakat yang tergabung dalam PKK, atau Dasa Wisma, atau Kelompok Wanita Tani, yang ingin membudidayakan tanaman holtikultura, kami berikan bibit gratis," ungkapnya.
 
Menurut dia, pihaknya telah berikan bibit gratis dibeberapa wilayah untuk ditanam karena setiap wilayah memiliki komoditi andalan dalam penanaman, seperti di Mandonga yang menjadi sentra produksi bawang merah dan cabe.
 
"Kalau di Poasia andalannya adalah cabe kriting, dan cabe besar, di Baruga lebih dominan pesawahan sehingga tanaman andalannya padi. Tapi di samping tanaman holtikultura ada juga kebun buah," ungkapnya.
 
Untuk gerakan menanam, kata dia, pihaknya disupport dari Kementerian Pertanian melalui Dirjen Holtikultura yang memberikan bibit-bibit sayuran, terong, kangkung, seledri, cabe, dan bawang.
 
Dalam gerakan menanam itu, pihaknya mendorong masyarakat untuk menanam dipekarangan rumah. "Kalau rata-rata warga menanam, maka ketersediaan pangan khususnya cabe, sayuran dan lain sebagainya tersedia, jadi tidak harus beli cabe lagi di pasar," tandasnya. 
 
Penulis  :  Asep Supriyanto
Editor.    :  Khaerul Umam

Komentar

You must login to comment...