Wilayah Rancakalong menjadi pilihan sebab mayoritas warganya mengandalkan sektor pertanian sebagai mata pencaharian.
Mia Rosmiati, salah satu dosen ITB yang terlibat dalam kegiatan pengabdian masyarakat itu mengatakan, kesuksesan mengaplikasikan program itu kuncinya ada di manusianya.
Dijelaskannya, Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD), Camat, dan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) berperan sebagai key person yang mengawal dan mendukung kelancaran kegiatan.
Dalam kegiatan pengabdian masyarakat itu, pihaknya melakukan pemanfaatan lahan pekarangan dan pengolahan hasil pertanian. Dia bekerja sama dengan Kelompok Wanita Tani (KWT).
"Jadi kami melakukan pengolahan hasil pertanian, seperti pembuatan jahe dan kunyit instan, dodol tomat, serta kremes ubi," jelasnya.
Sementara, dosen ITB lainnya, Ramadhani Eka Putra fokus pada pengaplikasian lebah tidak bersengat Trigona s.p dan black soldier fly (BSF) dalam budidaya pertanian.
Dirinya memberikan pendampingan kepada kelompok tani muda (Kelompok Tani Putra Mandiri) dalam budidaya tanaman cabe, buncis baby kenya, dan penerapan pertanian organik.
"Kegiatan ini memberikan manfaat yang signifikan bagi masyarakat," jelasnya.
Melalui kegiatan tersebut, warga berhasil meningkatkan produksi jahe kunyit instan, bandrek, dan produk olahan lainnya.
Penulis : Asep Supriyanto
Esitor. : Khaerul Umam