Pertanian dan Peternakan

Swasembada Daging Harus Jadi Skala Prioritas

Wednesday, 24 May 2023 12:02 WIB
Penjualan daging di salah satu pasar tradisional di Kota Waringin Timur. (Dok.kaltengpost)

Radarsuara.com - Swasembada hewan ternak atau daging di Kotawaringin Timur menjadi skala prioritas. Untuk mewujudkan itu, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kotawaringin Timur mendorong pemerintah untuk memaksimalkan pengembangan bidang peternakan. 

Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Kotim H. Ary Dewar mengatakan, pengembangan peternakan perlu dilakukan melalui keberpihakan kebijakan sehingga menjadi skala prioritas.
 
"Pengembangan peternakan perlu dilakukan, sehingga Kabupaten Kotim bisa swasembada daging," ungkap Ary.
 
Menurutnya, jika sektor peternakan menghasilkan produk dengan jumlah yang ideal, maka keperluan daging ayam potong, sapi bisa terpenuhi terutama pada saat menjelang hari-hari besar keagamaan.
 
Jika hal itu tercapai, kata Ary, maka akan berdampak terhadap perekonomian daerah dan tentu muaranya akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
 
Masih kata dia, saat ini ketersediaan daging ayam dan sapi di Kabupaten Kotim sangat minim sehingga masih mengandalkan pasokan dari wilayah Kalimantan Selatan (Kalsel).
 
"Itulah yang menjadi penyebab, bahwa harga daging selalu mahal terutama di momen-momen tertentu, karena biaya transportasi tinggi sehingga berujung harga daging dipasaran menjadi tinggi," jelasnya.
 
Untuk itu, dirinya meminta kepada instansi terkait dapat membangun sentral atau kantong-kantong penyangga peternakan baik itu ayam ras, kambing, kerbau, maupun sapi supaya mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.
 
"Jika produknya dihasilkan di daerah sendiri, maka akan membantu menekan operasional pengiriman, sehingga harga akan stabil. Tentunya petani dan masyarakat juga diuntungkan," tuturnya.
 
Untuk mewujudkan itu, dia mendorong Pemerintah Kabupaten Kotim khususnya Dinas Pertanian untuk membuat program dan inovasi yang tepat dalam mengembangkan sektor peternakan. 
 
Penulis : Asep Supriyanto
Editor.   : Khaerul Umam

Komentar

You must login to comment...