Kesuburan tanah yang ada memiliki kandungan organik minimal 2 persen. Sedangkan, 60 persen lahan pertanian di Indonesia memiliki kandungan organik di bawah 1 persen. Demikian kata Guru Besar Agronomi dan Hortikultura Institut Pertanian Bogor, Sobir.
Hal itu, lanjutnya, disebabkan beberapa faktor, seperti halnya karena kebiasaan petani yang menggunakan pupuk kimia atau perubahan iklim misalnya musim kering yang berkepanjangan.
"Itu menjadi penyebab kesuburan tanah berkurang. Kondisi itu menjadi masalah yang cukup serius bagi sektor pertanian di Indonesia.
Menurutnya, pupuk organik yang berbahan baku dari pupuk kandang memiliki banyak manfaat, misalnya untuk menyelamatkan populasi tanah, termasuk mengembalikan kesuburan lahan pertanian dampak perubahan iklim.
Sobir, mengatakan, pupuk kandang sedikitnya memiliki tiga manfaat.
Salah satunya, pupuk kandang bisa menyimpan air hingga lima kali lipat dari volumenya lantaran keberadaan bahan organik yang terkandung pada pupuk kandang.
Sehingga, katanya, pupuk kandang membuat lahan-lahan pertanian yang kering bisa kembali terisi air dan airnya tidak cepat menguap.
"Jadi, pupuk kandang akan meningkatkan water holding capacity atau kapasitas penyimpanan air," ujarnya.
Dijelaskan dia, manfaat lainnya dari pupuk kandang adalah meningkatkan kesuburan biologis tanah. "Jadi, semakin banyak memakai pupuk organik maka maka akan semakin banyak mikroorganisme.
"Itu akan berfungsi untuk membantu tanaman, menjaga kekeringan dan menyerap hara lebih baik, sehingga tanaman lebih efisien dari sisi produksi," tuturnya.
Terakhir dia menjelaskan, petani adalah pengusaha sekaligus peneliti yang melakukan riset dari masing-masing pengalaman pribadinya untuk membuat pupuk organik.
"Mereka melakukan inovasi pupuk organik di tingkat desa perlu kita dorong, sehingga kesuburan tanah bisa dipulihkan dan berujung kepada peningkatan produksi pertanian," tandasnya.
Penulis : Asep Supriyanto
Editor : Khaerul Umam