Lembaga yang terjun ke sektor pertanian adalah Dompet Dhuafa. Saat ini Dompet Dhuafa mengoptimalkan potensi itu melalui peresmian Program Wakaf Green House Lido yang terletak di komplek Pesantren Tahfidz Green Lido (PTGL) Sukabumi
Bangunan Green House Lido yang berbasis wakaf tersebut berjumlah dua, dengan total luas 800 meter persegi. Masing-masing Green House memiliki luas 400 meter persegi.
Di situ pengelola menanam jenis sayuran dengan menggunakan metode hidroponik dengan tujuan mampu menghasilkan buah dan sayur yang berkualitas.
Penanggung jawab instalasi irigasi hidroponik Green House Lido Sahri mengaku, dirinya akan melakukan penanaman dengan metode hidroponik sistem irigasi tetes (drip system).
"Jadi dalam metode ini, media tanam berupa cocopeat atau sabut kelapa,” kata Sahri.
Menurut dia, Green House dengan total luas 800 meter persegi mampu menampung sekitar 1.600 populasi atau tanaman. Namun, menimbang kelembapan yang cukup tinggi. Maka, dia beri jarak lebih antar populasi agar pertumbuhannya optimal.
"Kami akan coba menanam melon premium dengan varietas Fujisawa dan Talent. Sebab, kedua varietas ini memiliki harga pasar yang bagus dan dapat dipanen dalam kurun waktu sekitar 75 hari," ungkapnya.
Masih kata Sahri, ada keunggulan bercocok tanam dengan Greenhouse ketimbang konvensional. Misalnya dapat menanam tanpa mengenal musim, efisiensi dari biaya sebab penanggulangan hama lebih terkendali.
Selain itu, terproteksi dari serangan hama yang terbang seperti belalang, menggunakan plastik UV sebagai atap yang mengandung tinuvin berfungsi untuk menahan UV sebesar 65 persen. "Kualitas buah yang baik serta lebih aman dikonsumsi," jelasnya.
Penulis : Asep Supriyanto
Editor. : Khaerul Umam