Menyikapi hal itu, Pemerintah Kabupaten Cirebon meminta bantuan Pemerintah Pusat dalam mengatasi banjir yang kerap melanda sektor pertanian di sejumlah kecamatan yang berdampak terhadap kesejahteraan ratusan para petani.
Bupati Cirebon Imron Rosyadi mengatakan, sedikitnya ada tiga wilayah kecamatan yang kerap dilanda banjir, antara lain Kecamatan Gegesik, Kapetakan, dan Suranenggala.
Menurut Bupati, banjir terparah biasanya melanda wilayah Kecamatan Gegesik yang memiliki luas lahan pertanian mencapai sekitar 4.998 hektare dan melibatkan 110 gabungan kelompok tani.
Padahal, kata dia, produktivitas lahan pertanian di Gegesik terbilang baik, sebab dalam sekali panen mampu menghasilkan gabah kering sekitar 6-8 ton per hektare.
"Permasalahan banjir ini merupakan persoalan serius dan perlu penanganan yang tepat seperti halnya di Kecamatan Gegesik. Itu perlu bantuan dari pusat,” kata Imron.
Menurut Bupati, banjir itu dipicu karena adanya pendangkalan sungai, jadi saat debit air sungai meningkat tidak dapat tertampung sehingga meluap menggenangi pesawahan yang notabennya lahan pertanian produktif.
“Kami berharap permasalahan banjir lahan pertanian bisa segera ditangani oleh pemerintah pusat, supaya petani bisa sejahtera,” ungkapnya.
Dijelaskannya, apabila lahan pertanian terdampak banjir maka merugikan petani sebab mereka harus melakukan penanaman ulang padi yang sudah ditanam. Artinya petani harus mengeluarkan biaya produksi lebih.
Untuk itu dirinya berharap, pemerintah pusat turun tangan memberi bantuan mengatasi persoalan banjir tersebut, sebab jika sektor pertanian berjalan normal maka akan bermuara terhadap terhadap perekonomian masyarakat.
“Kabupaten Cirebon menjadi salah satu lumbung padi nasional. Untuk itu, kami berharap bisa semakin diperhatikan, agar para petani semakin sejahtera," tandasnya.
Penulis : Asep Supriyanto
Editor. : Khaerul Umam